OKSIBIL,(Mandalapapua.id)– Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Jefrin Dedenip Singpanki, menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Roh Kudus Mabilabol ke-66 yang digelar pada Minggu (10/05/2026). Dalam kesempatan istimewa tersebut, ia menyampaikan pesan penting yang mengingatkan seluruh umat bahwa Gereja Katolik di Paroki Roh Kudus Mabilabol bukan milik kelompok atau suku tertentu, melainkan milik seluruh umat yang tinggal di Oksibil dan sekitarnya.
Jefrin menjelaskan bahwa setiap orang Katolik yang telah menerima sakramen baptis, baik berasal dari berbagai daerah seperti Nusantara maupun orang asli dari suku-suku lokal seperti Beta Abip, Kasipka,Oksoptil dan Serambakon adalah bagian tak terpisahkan dari gereja.
“Kita sebagai umat beriman harus saling mendukung dalam berbagai hal, termasuk pendidikan iman bagi orang mudah,dan pembangunan daerah. Gereja harus menjadi wadah yang menyatukan semua elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang suku atau daerah asal,” ujarnya.
Jefrin Dedenip Singpanki, yang juga seorang tokoh pemuda Katolik,mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada para perintis misionaris yang membawa ajaran Katolik ke lembah Sibil Banal Bakon selama 65 tahun yang lalu.
“Tanpa dedikasi dan pengorbanan mereka, kita tidak akan bisa merasakan keberadaan gereja yang menjadi bagian penting dari kehidupan kita saat ini,” katanya.
“Kita juga berterima kasih kepada semua pastor yang telah melayani selama lebih dari enam dekade, para suster yang telah memberikan pelayanan dengan penuh dedikasi, serta kepada orang tua dan leluhur kita yang menerima Injil dan menjadikannya dasar kehidupan hingga saat ini,” tambahnya.
Kader Gereja Katolik ini juga menyatakan bahwa keberadaan gereja memiliki kontribusi besar bagi perkembangan Kabupaten Pegunungan Bintang. “Banyak dari kita yang bisa menjadi pemimpin daerah, anggota legislatif, atau kepala dinas karena ada kontribusi dari gereja dalam membentuk karakter dan kepemimpinan yang baik.
Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lembaga yang membentuk sumber daya manusia berkualitas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Jefrin mengajak seluruh umat untuk menjaga persatuan dan menyatakan bahwa gereja harus menjadi tempat yang menyatukan, bukan memecah belah.
“Mari kita jaga agar api iman terus menyala di tengah masyarakat, dan jadikan gereja sebagai dasar kehidupan keluarga yang kokoh. Setiap keluarga harus mengajak anak-anak untuk terlibat aktif dalam kegiatan gereja, karena mereka adalah generasi penerus yang akan jadi harapan gereja dan mempertahankan nilai-nilai gereja” pungkasnya.
Perayaan HUT Paroki ke-66 ditandai dengan perayaan syukur dan pemotongan kue ulang tahun yang penuh makna, serta silaturahmi yang hangat antarumat dari 11 Komunitas Basis yang ada di wilayah paroki.
Turut hadir dalam acara tersebut Pastor Paroki, Pastor Vikaris, para suster, tokoh masyarakat, serta ratusan umat yang berkumpul dalam doa bersama untuk memohon berkah bagi perjalanan paroki ke depan. (Aquino Ningdana)


Tidak ada Respon