
OKSIBIL, MP.ID—Masyarakat Distrik Awinbon bersama Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPM) Distrik Awinbon Pegunungan Bintang,menggelar ibadah syukur atas keberhasilan sembilan putra-putri Awinbon yang berhasil meraih gelar sarjana pada tahun 2026.Ibadah syukur tersebut berlangsung di Kampung Matap, Oksibil, pada Kamis, 23 Juli 2026, dipimpin oleh Penatua Gereja GJRP, Esau Kipka, S.IP, dengan mengusung tema “Mengucap Syukur dalam Segala Hal.”
Acara ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (DPMPK) Kabupaten Pegunungan Bintang Barnabas Irka, Kepala Distrik Awinbon Boas Saunggay, S.P., para kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh gereja, mahasiswa, serta keluarga para wisudawan.Kesembilan lulusan tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yaitu:• Sem Tamaka, S.Si• Neko Tamaka, S.Sos• Benyamin Tamaka, S.Sos• Amon Tamaka, S.Kom• Mesak Kamiki, S.H• Dosnet Tamaka, S.H• Makdalena Tamaka, S.E• Yosias Balka, S.H.I• Lewi Amirka,S.SiEmpat di antaranya merupakan lulusan Universitas Okmin Papua, sedangkan lainnya berasal dari Universitas Handayani Makassar, Universitas Melati Mandiri Jayapura, Universitas Cenderawasih Jayapura, dan Universitas Halu Oleo Kendari.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas DPMPK Barnabas Irka mengapresiasi keberhasilan para sarjana asal Awinbon. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda di wilayah selatan Pegunungan Bintang untuk terus mengejar pendidikan.

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama. Ia mengajak seluruh kepala kampung, orang tua, dan masyarakat agar terus mendukung pendidikan anak-anak melalui pembiayaan sekolah serta pembinaan karakter.
“Kita tidak boleh tertinggal dari distrik lain. Pendidikan adalah jalan untuk membawa perubahan. Karena itu mari kita bersatu, saling mendukung, dan terus mendorong anak-anak kita agar berani sekolah hingga perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Distrik Awinbon Boas Saunggay, S.P. mengatakan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia.
Ia mengingatkan para lulusan bahwa gelar sarjana merupakan awal untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kerja sama, serta kemampuan berkolaborasi.
“Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus kembali untuk membangun daerah. Dunia kerja membutuhkan orang yang memiliki kapasitas, karakter, dan mampu bekerja sama,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2014 hingga sekarang, berbagai bentuk bantuan pendidikan telah diberikan kepada mahasiswa. Tahun ini, sembilan mahasiswa berhasil menyelesaikan studi mereka, sementara sebanyak 34 pelajar dan mahasiswa dari jenjang TK hingga perguruan tinggi masih terus mendapat pendampingan dan pembinaan.
Menurut Yakob, organisasi SDM IPM Distrik Awinbon tidak hanya memberikan dukungan pendidikan, tetapi juga sedang membangun sekretariat sebagai pusat pembinaan karakter, pelatihan komputer, literasi, serta peningkatan kemampuan generasi muda.”
Kami ingin beberapa tahun ke depan tidak ada lagi anak-anak Awinbon yang tidak bisa membaca, menulis, atau menggunakan teknologi. SDM yang unggul adalah kunci kemajuan daerah,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para sarjana yang baru lulus agar tidak berhenti belajar dan tetap aktif dalam organisasi untuk membimbing adik-adik mereka.”Hari wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan langkah pertama menuju masa depan. Mari kembali membangun daerah, membina generasi muda, dan terus belajar demi kemajuan Pegunungan Bintang,” pesannya.
Mewakili para wisudawan, Lewi Amirka, S.Si., mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan, orang tua, pemerintah daerah, organisasi SDM, serta semua pihak yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.Ia mengatakan bahwa perjuangan menyelesaikan kuliah tidaklah mudah karena penuh tantangan, namun berkat doa dan dukungan berbagai pihak akhirnya mereka berhasil menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap adik-adik yang masih menempuh pendidikan tidak pernah menyerah. Apa yang kami capai hari ini bukanlah akhir, tetapi awal untuk mengabdi kepada masyarakat dan membangun daerah,” katanya.
Selain fokus pada pembangunan pendidikan, Distrik Awinbon juga mulai mengembangkan potensi generasi muda di bidang olahraga. Salah satu program yang sedang berjalan adalah pembentukan Sekolah Sepak Bola (SSB) TARCOP yang dikoordinasikan langsung oleh Kepala Distrik Awinbon bersama pelatih Arnold Jikwa.
Program tersebut bertujuan melahirkan pemain-pemain sepak bola berbakat dari wilayah selatan Pegunungan Bintang yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Di sisi lain, pemerintah distrik bersama para sarjana senior juga telah membangun sebuah gedung sekretariat Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Distrik Awinbon sebagai pusat kegiatan organisasi, pembinaan karakter, pelatihan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Keberadaan sekretariat tersebut diharapkan menjadi rumah belajar bagi generasi muda Awinbon sehingga semakin banyak putra-putri daerah yang mampu menyelesaikan pendidikan tinggi dan menjadi sumber daya manusia yang unggul untuk membangun Distrik Awinbon,Kabupaten Pegunungan Bintang di masa mendatang.**

Tidak ada Respon