
OKSIBIL, MP.ID— Sejarah baru pendidikan tinggi di Kabupaten Pegunungan Bintang resmi ditorehkan. Sebanyak 245 putra-putri asli Pegunungan Bintang berhasil meraih gelar Sarjana (S1) pada Wisuda Perdana Universitas Okmin Papua Tahun Akademik 2026 yang digelar dalam Sidang Senat Terbuka di Kampus Universitas Okmin Papua, Oksibil, Rabu (22/7.2026).
Wisuda angkatan pertama ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan tonggak bersejarah yang menandai mulai terwujudnya cita-cita Pendiri Universitas Okmin Papua sekaligus Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, untuk menghadirkan perguruan tinggi di tanah kelahirannya agar generasi muda Papua dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan daerah.
Sebanyak 245 wisudawan dan wisudawati dari lima program studi dikukuhkan sebagai sarjana di hadapan Ketua Senat, Rektor, jajaran pimpinan universitas, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, unsur Forkopimda, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh agama, sivitas akademika, orang tua wisudawan, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutan Pendiri Universitas Okmin Papua, Spei Yan Bidana, ST.M.Si, menyampaikan bahwa keberhasilan meluluskan 245 sarjana merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Pegunungan Bintang memiliki kemampuan yang sama untuk maju melalui pendidikan.

Pendiri Universitas Okmin Papua (UOP) Spei Yan Bidana, ST.M.Si
Menurutnya, selama bertahun-tahun anak-anak Pegunungan Bintang harus meninggalkan kampung halaman demi memperoleh pendidikan tinggi, bahkan dalam satu kali wisuda di berbagai perguruan tinggi di Indonesia hanya satu atau dua orang yang berhasil menyelesaikan studi.
“Tetapi hari ini kita mencatat sejarah. Dahulu, dalam satu kali wisuda, paling banyak hanya satu atau dua anak Pegunungan Bintang yang lulus, bahkan sering kali tidak ada sama sekali. Hari ini, sebanyak 245 anak berhasil menyandang gelar sarjana. Ini bukan sekadar angka, tetapi simbol kebangkitan sumber daya manusia Pegunungan Bintang,” ujar Spei.
Spei Yan Bidana, yang juga menjabat sebagai Bupati, Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Karena itu, sejak awal kepemimpinannya, sektor pendidikan ditempatkan sebagai prioritas pembangunan, termasuk menghadirkan Universitas Okmin Papua sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah Pegunungan Bintang.
Menurut Bupati, keberadaan universitas di Oksibil membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda Papua, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat untuk melanjutkan studi ke luar daerah dengan berbagai keterbatasan biaya dan akses.”Pembangunan tidak cukup hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung. Yang paling utama adalah membangun manusianya. Ketika masyarakat memiliki pendidikan yang baik, mereka akan mampu membangun daerahnya sendiri,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah melalui Program Paket A, Paket B, dan Paket C agar dapat melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi generasi Pegunungan Bintang yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Spei Yan Bidana yang juga sebagai mantan kepala Bapperida juga mengumumkan bahwa Universitas Okmin Papua akan menyiapkan lulusan terbaik untuk menjadi dosen melalui proses seleksi akademik yang ketat. Para calon dosen akan mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA), tes kemampuan bahasa Inggris, serta seleksi akademik lainnya sebelum melanjutkan pendidikan magister maupun doktor di berbagai perguruan tinggi.
“Kami ingin membangun universitas ini dengan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, semua harus dipersiapkan melalui proses yang baik agar suatu saat mereka kembali mengabdi sebagai dosen dan membangun Papua,” tegasnya.
Menurut Mantan kepala Bapperida ini,peningkatan kualitas tenaga pengajar menjadi langkah strategis dalam mewujudkan Universitas Okmin Papua sebagai perguruan tinggi unggulan yang mampu menarik mahasiswa dari berbagai daerah di Papua, bahkan dari kawasan perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

Turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, para profesor, akademisi, dosen, Yayasan, serta seluruh masyarakat Pegunungan Bintang yang telah berkontribusi dalam mewujudkan berdirinya Universitas Okmin Papua hingga berhasil melahirkan lulusan angkatan pertama.
Spei berharap Universitas Okmin Papua terus berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi berbasis kearifan lokal Papua, sekaligus mencetak generasi intelektual yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pembangunan di Tanah Papua.
Wisuda perdana Universitas Okmin Papua menjadi bukti bahwa mimpi besar membangun perguruan tinggi di negeri sendiri kini telah menjadi kenyataan. Dari Oksibil, lahir 245 sarjana yang diharapkan menjadi pelopor perubahan dan pembangunan di Pegunungan Bintang, sekaligus membuka babak baru bagi kemajuan pendidikan tinggi di Papua,”tutupnya. *(Aquino Ningdana)

Tidak ada Respon