Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Belajar Keunggulan Seorang Pemimpin Dari Burung Rajawali - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Belajar Keunggulan Seorang Pemimpin Dari Burung Rajawali

Mandala Papua
Burung Raja Wali, Bernas.id/Dok.Tribunpapua.id
A-AA+A++

Oleh Marco Kasipdana)*

Burung Rajawali ialah termasuk jenis burung yang memiliki karakter yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan jenis-jenis burung lainnya. Ia memiliki kekuatan sayap yang luar biasa, sehingga mampu terbang dan melayang tinggi meskipun dihempas angin. Berikut ini akan diuraikan beberapa kelebihan istimewa burung Rajawali.

Pertama, Suka Dengan Ketinggian. Tempat burung Rajawali suka dengan tempat yang jauh dari pada jangkauan mata, dinding tebing yang curam dan sulit dijangkau, biasanya pada puncak-puncak gunung batu, sela-sela pohon paling tinggi dari semua pohon. Ia bukan berada di atas rumah apa lagi di tanah atau tempat kerumunan jenis burung lainnya. Dari poin ini menggambarkan seorang kepala keluarga, kepala daerah, kepala Negara, lembaga/instansi, suatu organisasi yang ingin memimpin dalam segala tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang pemimpin yang unggul harus menikmati dan bijaksana dalam menghadapi badai sebagai seorang pemimpin dari tempat yang jauh lebih tinggi. Hadirat Allah adalah sumber kekuatan dalam pekerjaan pelayanan, keluarga, bisnis dan aspek-aspek lainnya. Sedikit orang yang mampu seperti raja wali, bahkan tidak sedikit orang yang lebih suka terbang rendah memilih di bawah sehingga terus saja berputar-putar dengan masalahnya dan tidak pernah menerima hadirat Allah dari tempat yang maha tinggi.

Kedua, Menyukai Makanan Segar. Burung Rajawali tidak menyukai bangkai atau sisa-sisa makanan. Sebaliknya ia lebih berpikat/tertarik oleh makanan segar/asli. Rajawali tidak seperti burung gagak hitam yang gemar menikmati bangkai atau hewan mati. Dari poin kedua ini kita petik beberapa nilai penting yaitu karakter seorang pemimpin unggulan tidak mengharapkan makanan sisa-sisa dari mereka-mereka yang bekerja  yang adalah bukan hasil atau hak kita, jangan menganggap dirimu lebih rendah karena engkau merasa di tinggalkan, meremehkan, fitnah, gosip, kabar bohong, dan kata-kata bernuansa negatif yang tidak suka pemimpin yang lain. Karena pemimpin unggulan selalu menyukai kebenaran, kejujuran dan keadilan sebagai makanan segar bagi jiwanya.

Ketiga, Rajawali biasanya terbang dengan Sesama Jenisnya. Ia tidak terbang dengan burung jenisnya lainnya selain kelompok pribadinya. Oleh sebab itu, anda dan saya adalah seorang pemimpin unggulan tidak perlu bergaul dengan sembarangan orang yang sesungguhnya tidak ada nilai tambah bagi masa depan karena lingkungan dimana kita tinggal, dengan siapa kita bergaul, dan dimana kita belajar akan membentuk karakter seseorang untuk menjadi peribadi seorang pemimpin unggulan. Ia seperti Rajawali yang bergaul dengan sesamanya yang memiliki ketangkasan, kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Pemimpin unggul memiliki hubungan pertemanan atau pergaulan dengan orang yang dianggap senior, berpengalaman, dan dewasa dalam segala aspek kehidupan “super.” Artinya bergaul dengan orang-orang yang memiliki potensi, bakat, karakter, dan keunggulan yang dapat membangkitkan semangat, memotivasi, memberi jalan keluar ketika menghadapi masalah. Bergaul dengan orang yang memberi pengaruh positif untuk bertumbuh dan dewasa kemudian menghasilkan buah-buah positif.

Keempat, Fokus pada Visinya. Burung Rajawali memiliki penglihatan yang sangat tajam. Ia akan fokus pada mangsanya saat mau menangkapnya. Rajawali akan fokus pada apa yang di tujunya. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin unggulan maka harus fokus pada apa yang mau di tuju, merangkul semua orang dan berjuang untuk kepentingan rakyatnya sesuai visi, misi dan program, bukan sebaliknya keluar dari yang di rencanakan atau fokus pada hal-hal yang merugikan masa depan lalu menyulitkan ruang gerak para generasi muda sebagai agen perubahan karena mengingat masa lalunya.

Kelima, Melatih Diri. Rajawali melatih angin kencang untuk kekuatan sayapnya. Anak Rajawali juga dilatih induknya untuk terbang di saat angin kencang. Sarangnya sengaja di bongkar dan mereka akan dipaksakan untuk terbang melatih sayapnya agar kuat dan perkasa seperti induknya. Demikian pun dengan pemimpin unggulan. Ia harus di latih dan melatih dirinya dengan menghadapi masalah/badai. Kematangan seorang pemimpin dapat di buktikan ketika ia mampu menyelesaikan semua masalah yang terjadi atas masyarakatnya, daerahnya, budanya, ekonominya, lingkungannya, barulah di katakan  pemimpin unggulan. Ketika masalah itu dapat diatasi maka kematangan seorang pemimpin itu sedang terbentuk dan nampak jiwa seorang pemimpin.

Keenam, kesetiaan dan komitmen. Rajawali termasuk jenis burung yang setia pada pasangannya. Ia tidak gonta-ganti pasangan dan senantiasa berpegang pada komitmen. Demikian juga dengan pemimpin unggulan ia harus setia pada pasangannya yang sebelumnya dan senantiasa berpegang teguh pada komitmen awal. Jika tidak memegang teguh pada komitmen awal kemudian gonta-ganti pasangan maka dapat dipastikan tugas-tugasnya yang dikerjakannya dapat dinilai gagal dan tidak berjalan normal sesuai dengan yang di harapkan oleh masyarakat dan selalu menimbulkan masalah ringan sampai berat kemudian dapat membuat kubu-kubu dan jadilah lawan dan kawan sehingga dapat menyebabkan konflik di suatu komunitas yang dipimpinnya karena akibat dari pada gonta-ganti pasangan/kawin lebih dari satu istri.

Ketujuh, Masa Krisis. Rajawali yang semakin dewasa (tua) akan mengalami masa rontok bulu. Nah, pada masa ini Rajawali mengalami krisis sehingga ia akan berdiam diri selama beberapa waktu. Biasanya 4 bulan. Demikian halnya dengan pemimpin yang dipilih Tuhan, ia perlu berdiam diri untuk mencari hadirat Tuhan. Seorang pemimpin unggulan perlu waktu khusus hanya untuk berdiam diri dan merenungkan apa yang hendak dilakukannya bahkan mencari kekuatan baru yang dari Tuhan yang adalah sumber hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan sebagai Sang Pencipta.

Dengan mencerminkan sikap dan karakter dari burung rajawali, maka kitapun dapat mengambil hal-hal positif dari keunggulan burung dengan kekuatan sayap dan cakar ini. Dengan demikian hidup harus melewati proses berdasarkan kemauan, kesetiaan, kasih sayang, lemah lembut, sabar, dan dapat menguasai diri dengan dasar kebenaran. Hanya dengan cara inilah seorang pemimpin dapat diberi pujian, penghormatan dan jabatan oleh Tuhan, alam dan manusia. Semoga apa yang diajarkan oleh burung Rajawali ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi pembaca.

 

Penulis: Marco Kasipdana, Anggora Aplim Apom Research Group (AARG)

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *