
OKSIBIL, MP.ID – Universitas Okmin Papua menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisudawan dan Wisudawati Program Strata Satu (S1) Tahun Akademik 2026 di Kampus Universitas Okmin Papua, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Rabu (22/7). Pada momentum bersejarah tersebut, sebanyak 245 mahasiswa dari lima program studi resmi dikukuhkan sebagai lulusan sarjana.Sidang senat terbuka dihadiri oleh Ketua Senat, Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, para dekan, ketua program studi, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, unsur Forkopimda, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi wisuda diawali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka oleh Rektor Universitas Okmin Papua, Dr. Yohanes Kore, S.Ag., M.A., dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Senat mengenai penetapan wisudawan dan wisudawati oleh Wakil Rektor I, Dr. Yumius Taplo, S.Pd., M.Pd., M.Si. Selanjutnya, dilakukan pengukuhan lulusan melalui pemindahan kuncir toga oleh Rektor yang didampingi para dekan.Dalam pidato akademiknya, Rektor Dr. Yohanes Kore menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni pemberian gelar akademik, melainkan titik awal pengabdian lulusan kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan karakter yang berintegritas.
Menurutnya, keberhasilan Universitas Okmin Papua meluluskan ratusan sarjana merupakan bukti nyata meningkatnya kualitas sumber daya manusia di wilayah Pegunungan Papua. Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.Rektor menekankan empat nilai fundamental yang perlu menjadi landasan setiap lulusan Universitas Okmin Papua.

Pertama, menjaga, melestarikan, dan mengembangkan adat istiadat serta kearifan lokal sebagai identitas budaya masyarakat Papua. Nilai budaya dipandang sebagai modal sosial yang harus berjalan beriringan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kedua, membangun integritas melalui kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat serta mengambil keputusan berdasarkan etika dan prinsip-prinsip akademik.
Ketiga, memperkuat semangat kolaborasi dalam pembangunan daerah. Para lulusan diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk menghasilkan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Keempat, mengembangkan budaya berpikir kritis, inovatif, dan berbasis bukti ilmiah. Seorang akademisi dituntut memiliki keberanian menyampaikan gagasan secara objektif berdasarkan hasil penelitian dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Rektor juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendokumentasikan serta mengembangkan pengetahuan lokal.

Ia menilai kekayaan hayati dan budaya Pegunungan Bintang, seperti kopi Oksibil, keladi, sayur-sayuran, serta berbagai pengetahuan tradisional masyarakat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui riset ilmiah dan digitalisasi informasi.
“Dokumentasi pengetahuan lokal merupakan langkah strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada dunia. Penelitian dan publikasi ilmiah akan menjadi jembatan antara kearifan lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk membangun budaya literasi dan penelitian melalui kegiatan menulis, mendokumentasikan pengalaman masyarakat, serta menghasilkan karya ilmiah yang dapat menjadi referensi bagi generasi mendatang.Ia optimistis Universitas Okmin Papua akan berkembang sebagai pusat unggulan kajian Papua dan Melanesia yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, inovatif, berkarakter, serta memiliki daya saing global menuju visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi unggulan pada tahun-tahun mendatang.
Rangkaian kegiatan wisuda turut diisi dengan peringatan Hari Ulang Tahun Universitas Okmin Papua yang ditandai dengan pemotongan kue oleh Rektor bersama Ketua Yayasan dan pendiri universitas. Selain itu, diselenggarakan orasi ilmiah oleh Prof. Ir. Yohanes Sardjono dari Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir BRIN serta Prof. Dr. Hana Arini Parhusip, M.Sc. dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).
Melalui wisuda perdana ini, Universitas Okmin Papua menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan, pelestarian budaya, penguatan riset, dan kemajuan masyarakat Papua secara menyeluruh.*(Aquino Ningdana)

Tidak ada Respon