
PLNJAKARTA,MANDALAPAPUA.ID—Upaya menghadirkan layanan listrik 24 jam bagi masyarakat Kota Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, terus diperjuangkan. Anggota Komisi XII DPR RI dari Daerah Pemilihan Papua Pegunungan, Arif Riyanto Uopdana, ST, memfasilitasi pertemuan antara Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., dengan Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan peningkatan pelayanan kelistrikan di Kabupaten Pegunungan Bintang, khususnya di Kota Oksibil yang hingga kini masih menikmati pasokan listrik hanya delapan jam setiap hari.”
Tadi pagi saya memfasilitasi Bupati Pegunungan Bintang, Bapak Spei Yan Bidana, bertemu Direktur Distribusi PLN, Ibu Arsyadany Ghana Akmalaputri, guna membahas sejumlah persoalan kelistrikan di Pegunungan Bintang. Kita mendorong agar layanan listrik di Oksibil dapat meningkat dari delapan jam menjadi 24 jam,” ujar Arif Uopdana melalui pesan WhatsApp, Senin petang.

Arif menjelaskan, sistem kelistrikan di ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang hingga saat ini masih berstatus Listrik Desa dan mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Tingginya biaya distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang harus diangkut melalui transportasi udara menjadi kendala utama sehingga pasokan listrik di Oksibil dan sekitarnya hanya dapat menyala mulai pukul 16.00 hingga 24.00 WIT.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi dan rasio desa berlistrik di Kabupaten Pegunungan Bintang masih berada di bawah 20 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan intervensi dan komitmen PLN untuk mempercepat pemerataan akses listrik.
Sebagai solusi jangka panjang, Arif mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) di Oksibil.
Menurutnya, teknologi tersebut sangat sesuai diterapkan karena wilayah Oksibil masih berada pada sistem off-grid.”Langkah ini sejalan dengan program dedieselisasi PLN, yaitu menggantikan PLTD dengan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), sekaligus mendukung target pengembangan PLTS nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, meminta PLN segera merealisasikan peningkatan jam nyala listrik menjadi 24 jam sekaligus mendorong pembentukan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oksibil.
Spei menegaskan, sejak awal masa kepemimpinannya pada tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang telah berupaya agar masyarakat Oksibil memperoleh layanan listrik selama 24 jam.
Menurutnya, ketergantungan pada PLTD selama ini telah membebani keuangan daerah.”Listrik merupakan tanggung jawab negara yang pelaksanaannya dipercayakan kepada PLN sebagai BUMN.

Namun hingga kini masyarakat Oksibil belum menikmati layanan listrik 24 jam. Jika terus mengandalkan PLTD, APBD kami akan terkuras sekitar Rp20 hingga Rp30 miliar setiap tahun hanya untuk pengadaan BBM,” tegas Spei.
Menanggapi aspirasi tersebut,Direktur Distribusi PT PLN (Persero), Arsyadany Ghana Akmalaputri, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti usulan peningkatan jam layanan listrik di Oksibil dari delapan jam menjadi 24 jam, termasuk mengkaji pengembangan PLTS sebagai bagian dari program dedieselisasi di wilayah Pegunungan Bintang.
Arif Uopdana menyampaikan apresiasi atas respons positif yang diberikan PLN. Ia berharap perjuangan menghadirkan listrik 24 jam bagi masyarakat Oksibil dapat segera membuahkan hasil melalui langkah-langkah konkret.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Direktur Distribusi PLN yang telah menerima aspirasi masyarakat Pegunungan Bintang. Semoga komitmen ini segera diwujudkan sehingga masyarakat Oksibil dapat menikmati layanan listrik 24 jam sebagai bagian dari pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Papua Pegunungan,” tutup Arif. (*)

Tidak ada Respon