Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30: Sekda Pegubin Tekankan Sinergi Antar Daerah, Kritisi Ketergantungan Dana Pusat - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Peringati Hari Otonomi Daerah Ke-30: Sekda Pegubin Tekankan Sinergi Antar Daerah, Kritisi Ketergantungan Dana Pusat

Mandala Papua
A-AA+A++

Oksibil, Mandalapapua.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang bersama dengan TNI dan Polri menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati pada Senin, 27 April 2026.

Dalam amanat khusus pada upacara tersebut, Sekretaris Daerah Pegunungan Bintang, Jeni Linthin, SH., M.Si, yang didampingi Asisten II Nicolaus Uropmabin, S.IP.M.Si., menyampaikan pentingnya peran otonomi daerah dalam mempercepat pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekda menjelaskan bahwa tema otonomi daerah tahun ini, “Otonomi Daerah Kita Wujudkan Hasta”, mengandung makna yang melambangkan kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk bersama-sama mewujudkan harapan bangsa Indonesia.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah kunci utama. Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar pembangunan tidak akan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Sekda mengungkapkan beberapa tantangan utama dalam pelaksanaan otonomi daerah. Salah satunya adalah tingginya ketergantungan sebagian besar pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat, yang menyebabkan ruang fiskal daerah menjadi terbatas dan kurang fleksibel dalam merespon kebutuhan pembangunan lokal.

Selain itu, masih sering ditemukan kondisi di mana daerah cenderung berjalan sendiri dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan tanpa memperhatikan keterkaitan dengan wilayah sekitar.


Asisten II Pemda Pegubin,Nicolaus Uropmabin, S. IP. M. Si,(Tengah), bersama Petinggi TNI Polri saat mengikuti upacara memperingati dalam rangka Hari Otonomi Daerah ke-XXXX .Yang digelarkan di halam kantor bupati Senin, 27 April 2026.

Padahal, persoalan strategis seperti transportasi, penanggulangan banjir, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembangan ekonomi merupakan isu lintas wilayah yang tidak dapat diselesaikan secara mandiri oleh satu daerah saja.

“Fokus utama pembangunan adalah memenuhi layanan dasar serta mengurangi ketimpangan antar wilayah. Namun hingga saat ini, masih terdapat kesenjangan yang cukup nyata dalam akses dan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta perlindungan sosial – terutama antara daerah maju dan daerah tertinggal,” jelasnya.

Sekda juga menekankan pentingnya penguatan stabilitas dan ketahanan daerah dalam menghadapi dinamika pembangunan yang semakin kompleks. “Otonomi daerah memberikan ruang bagi daerah untuk berinovasi dan mengembangkan potensi lokal, namun pelaksanaannya harus tetap berada dalam rangka kesatuan negara Republik Indonesia. Keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional harus senantiasa dijaga,” tegasnya.

Dalam menghadapi berbagai tantangan global seperti ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi, Sekda mengajak seluruh elemen untuk mengambil langkah konkrit pada tataran implementasi.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain mewujudkan ketahanan pangan dengan menguatkan regulasi, dukungan teknologi, penguatan sumber daya manusia pertanian, akses distribusi ke masyarakat, serta optimalisasi lahan pertanian. Selanjutnya adalah mewujudkan ketahanan energi melalui optimalisasi sumber daya domestik, diversifikasi energi, efisiensi energi, dan dukungan kebijakan yang mendukung pengembangan berkelanjutan.


Selain itu, pengelolaan sumber daya air melalui peningkatan penegakan hukum serta penyusunan perangkat kebijakan yang jelas, pemerintahan yang transparan dan akuntabel, pengembangan kewirausahaan melalui kemudahan akses bisnis, akses permodalan, pengembangan ekonomi desa dan sektor informal, perluasan investasi, pengembangan inovasi bisnis, serta dukungan bagi UMKM dan koperasi melalui kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Juga termasuk dalam langkah strategis adalah peningkatan akses dan kualitas pendidikan melalui kerja sama lintas pihak dengan memperhatikan pemerataan akses, beasiswa, digitalisasi, peningkatan kualitas guru dan kurikulum, serta pengawasan ketertiban pendidikan – termasuk memastikan asupan gizi peserta didik melalui program makanan bergizi.

Selain itu, mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau melalui pendekatan menyeluruh yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, tenaga medis, dan masyarakat.

Sekda juga mengingatkan bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan, termasuk peringatan Hari Otonomi Daerah, harus tetap memperhatikan prinsip efisiensi dan penghematan anggaran sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kegiatan secara sederhana, tidak berlebihan dan tidak bersifat seminafial semata; mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada dengan tetap mengedepankan efektivitas dan manfaat; memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi masyarakat; dan menghindari tembusan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada akhir amanatnya, Sekda mengucapkan selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. “Semoga otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan rasa cinta tanah air dan kemajuan bangsa Indonesia. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai kita semua,” pungkasnya sebelum acara ditutup dengan doa bersama*(AN)

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *