Okpol,Mandalapapua.id – Umat Katolik di Stasi Santo Paulus II Okpol, Paroki Roh Kudus Mabilabol, Dekenat Pegunungan Bintang, Keuskupan Jayapura, membanjiri gereja dengan sukacita dan harapan pada Rabu malam, 24 Desember 2025, merayakan Malam Kudus Natal.
Di bawah gemerlap lampu dan hiasan Natal yang sederhana namun indah, umat dari empat kombas merenungkan peran sentral keluarga dalam ajaran Katolik, seraya menyongsong tahun 2026.
Perayaan kelahiran Sang Juru Selamat tahun ini mengambil tema nasional dari Injil Matius 1:21-24, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menjadi landasan perenungan mendalam tentang makna keluarga.
Dalam khotbahnya, Pastor Konstantinus Bahang, OFM., ia menekankan bahwa keluarga adalah fondasi utama bagi pertumbuhan individu secara fisik, mental, dan spiritual.
“Keluarga adalah tempat yang aman dan nyaman untuk bertumbuh. Di sinilah kita belajar tentang cinta, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan yang akan membimbing kita sepanjang hayat,” ujarnya dengan penuh khidmat.
Pastor Konstantinus juga mengingatkan bahwa menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis adalah tugas bersama. “Jangan biarkan anak-anak berkembang secara liar tanpa bimbingan dan arahan yang benar,” pesannya.
“Rumah tangga adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar dan mendapatkan pendidikan sesuai dengan nilai-nilai agama sesuai ajaran Katolik.”ungkapnya.
Lebih lanjut, Pastor Konstantinus menjabarkan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak, dengan orang tua sebagai guru pertama.
“Tidak cukup hanya melahirkan, tetapi orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik anak-anak dengan nilai-nilai agama, moral, dan budaya sejak dini,” jelasnya.
Dengan demikian, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki identitas budaya yang kuat.”
Pastor Konstantinus juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai fondasi masyarakat dan bangsa. “Jika keluarga hancur, maka masyarakat dan bangsa pun akan terancam,” tegasnya.
Ia mengingatkan akan pentingnya kesetiaan suami istri sebagai sarana Allah untuk menyelamatkan generasi. “Keluarga yang kokoh adalah kunci untuk membangun masyarakat dan bangsa yang kuat,” imbuhnya.
“Pesan Natal ini sangat menyentuh hati saya,” ujar Melki P Uropmabin, seorang umat yang hadir dalam perayaan tersebut.
“Saya jadi semakin menyadari betapa pentingnya peran saya sebagai bapak dalam mendidik anak-anak sayang dengan nilai-nilai agama dan kasih sayang.
Perayaan natal malam Kudus di Stasi Okpol ditutup dengan harapan dan doa agar setiap keluarga di Dekenat Pegunungan Bintang dapat menjadi sumber cinta, damai, dan kebaikan bagi masyarakat sekitar. Semoga semangat Natal ini terus menyala dan menginspirasi kita semua untuk membangun keluarga yang kokoh dan umat yang sejahtera.*(An)


Tidak ada Respon