Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Kabupaten Pegunungan Bintang Optimalkan APBD 2026 untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Kabupaten Pegunungan Bintang Optimalkan APBD 2026 untuk Ketahanan Pangan dan Pertanian Lokal di Tengah Tantangan Ekonomi

Mandala Papua
A-AA+A++

OKSIBIL, Mandalapapua. Id– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pegunungan Bintang menggelar Rapat Paripurna ke-I dengan agenda krusial, pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026. Acara penting ini berlangsung di Kantor DPRD Oksibil, Jumat (21/11/2025), dan dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci pemerintahan daerah, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), Asisten I, II,Seluluruh Pimpinan DPD,satuan TNI/POLRI, hingga seluruh Perangkat DPRD.

Rapat Paripurna ini menjadi momentum penting untuk menentukan arah pembangunan Kabupaten Pegunungan Bintang di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Dalam sambutannya, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST, M.Si, menyampaikan visi dan strategi pemerintah daerah dalam menghadapi tahun 2026 yang diproyeksikan sebagai tahun efisiensi anggaran.

“Kita menyadari bahwa tahun ini kita harus lebih cermat dalam mengelola anggaran. Beberapa program mungkin akan mengalami penyesuaian, namun kita tetap berkomitmen untuk menjalankan program-program prioritas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Spei Yan Bidana.

Foto MP:Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang,Spei Yang Bidana, ST.,M.Si

Salah satu fokus utama dalam APBD 2026 adalah pembangunan di bidang pangan, pertanian, dan perikanan. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Sub-Gugus (SG) untuk mendongkrak sektor-sektor ini. Prioritas utama adalah peningkatan ketahanan pangan masyarakat dengan memanfaatkan potensi pangan lokal. Selain itu, pemerintah daerah juga akan berinvestasi dalam penyediaan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan, seperti irigasi dan fasilitas penyimpanan.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan fokus pada pengembangan dan peningkatan produksi beras di wilayah Lwur. Selain itu, berbagai tanaman hortikultura juga akan dikembangkan di berbagai distrik, seperti bawang di Oklip, wortel di Serambakon, dan kol di OKbape. Potensi komoditas perkebunan, khususnya kopi di Okabab dan Kiwirok, juga akan terus dioptimalkan.

“Dengan memanfaatkan potensi lokal dan mengelola anggaran secara efisien, kami yakin Kabupaten Pegunungan Bintang dapat mencapai kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas nya.

Menurut Spei, Efisiensi Anggaran di Tengah Tantangan Kabupaten Pegunungan Bintang menunjukkan komitmen untuk tetap produktif dan berfokus pada pembangunan meski dihadapkan dengan keterbatasan anggaran.

Fokus pada Potensi Lokal,Pemerintah daerah menyadari pentingnya memanfaatkan sumber daya alam dan kearifan lokal untuk mencapai ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.

Pengembangan Komoditas Unggulan

Selain beras, pengembangan hortikultura dan kopi menjadi strategi diversifikasi ekonomi dan peningkatan pendapatan petani.Peran Dana Otsus, Dana Otsus dimanfaatkan secara strategis untuk mendukung sektor-sektor prioritas, khususnya pangan dan pertanian.

ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan mendalam tentang upaya Kabupaten Pegunungan Bintang dalam mengoptimalkan APBD 2026 untuk mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan.*(An)