Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
ASN Pegubin Jadi Motor Transformasi: SOP Jadi Pilar Utama Kinerja DPMPK! - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

ASN Pegubin Jadi Motor Transformasi: SOP Jadi Pilar Utama Kinerja DPMPK!

Mandala Papua
A-AA+A++

Oksibil, Mandala Papua.Id– Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja organisasi, dengan fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik. Transformasi ini dimulai dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMPK).

Kepala Dinas DPMPK Pegubin, Andreas Tapyor, SE.,M.Sos menegaskan, “SOP bukan sekadar formalitas, tapi fondasi organisasi yang terstruktur. Ini komitmen kami wujudkan pemerintahan bersih, transparan, dan akuntabel, terutama dalam pengelolaan dana desa.

Menurut Andreas Tapyor, yang juga sebagai mentor menjelaskan, Langkah progresif yang diambil oleh Jackson Y. Kasipmabin menjadi bukti bahwa investasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia dapat menghasilkan peningkatan nyata pada kualitas pelayanan publik.

Kepala Dinas DPMPK Pegubin, Andreas Tapyor, SE.,M.Sos 

“Mengimplementasi SOP di DPMPK Pegunungan Bintang tidak hanya mencerminkan profesionalisme birokrasi, tetapi juga menjadi landasan bagi terciptanya tata kelola organisasi yang efektif, transparan yang berorientasi pada pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,”ujar Mentor.

Usai mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Papua pada tahun 2025, Jackson mengambil langkah strategis. Ia fokus pada Implementasi Aksi Perubahan Kinerja Organisasi dengan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sistem Perencanaan dan Pelaporan di lingkungan DPMPK.

Dalam pemaparannya, Jackson mengatakan bahwa SOP bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi merupakan pedoman operasional yang wajib diinternalisasi oleh seluruh perangkat organisasi.

“SOP merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan, khususnya dalam proses perencanaan dan pelaporan, dilaksanakan sesuai standar baku. SOP menjadi fondasi terciptanya efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemanfaatan sumber daya, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Jackson Y Kasipmabin, saat memaparkan materi SOP dan disaksikan beberapa Kabid serta Staf Pegawai DPMPK Pegubin

Inisiatif ini diwujudkan melalui Sosialisasi SOP pada Selasa, 7 Oktober 2025, di ruang rapat Kantor DPMPK, Oksibil. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh kepala bidang dan staf dinas, dengan tujuan memperkuat pemahaman serta penerapan SOP sebagai acuan kerja yang baku.

Penerapan SOP yang terstruktur dan konsisten diyakini akan meminimalisir kesalahan teknis maupun administratif, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap kinerja organisasi.

Manfaat Penerapan SOP Menurut Jackson Kasipmabin:

– Konsistensi dan Keandalan dalam pelaksanaan tugas.

– Efisiensi dan Efektivitas penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya.

– Standarisasi proses kerja antarbagian.

– Pedoman Kerja yang jelas dan terukur.

– Pengukuran Kinerja berbasis indikator yang terstandar.

– Pengembangan Kapasitas SDM melalui proses kerja yang terarah.

– Pemecahan Masalah secara sistematis.

– Komunikasi yang Lebih Baik antarunit kerja.

– Akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan.*(Redaksi)

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *