Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Pemanfaatan Green Finance Sebagai Langkah Strategi Memprotteksi Hutan Dan Keanekaragaman Hayati Papua - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Pemanfaatan Green Finance Sebagai Langkah Strategi Memprotteksi Hutan Dan Keanekaragaman Hayati Papua

Kristianus Hiktaop
Kristianus Hiktaop (Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id)
A-AA+A++

Oleh Kristianus Hiktaop)*

Dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan hidup sudah mulai dikeluhkan sejak revolusi industri di Inggris pada abad ke-18.   Kegiatan operasi (produksi)  industri-industri pada saat itu, menggunakan ilmu pengetahuan  dan teknologi yang lebih modern dari pada masa sebelumnya. Aktivitas-aktivitas industri tersebut berpengaruh negatif terhadap lingkungan hidup. Kota-kota di sekitar industri diasoisasikan sebagai kota yang kotor, penuh dengan asap pabrik,  dan berbau tidak sedap. Polusi yang disebabkan oleh industri tersebut terus meningkat  sampai dengan abad 20.

Pada awalnya polusi hanya disebabkan oleh beberapa industri saja, misalanya industri pertanian dan perternakan. Namun, selama kurang lebih dua abad setelah  revolusi industri terus meningkatnya berbagai jenis industri  baik dalam bentuk kapasitas maupun kuantitas. Sebagai akibatnya,  pada saat era globalisasi ini, polusi tidaknya hanya terbatas pada indutri tertentu tetapi menjadi isu global. Isu yang paling hangat di awal abad 21 adalah pemanasan global.

Penyebab pemanasan global menjadi perdebatan para ilmuwan saat itu. Beberapa ilmu seperti Al Gore dalam film dokumenter yang berjudul “ An Inconvenient Truth” memberikan suatu kesimpulan bahwa penyebab pemanasan global adalah sebagai akibat dari ulah manusia.

Namun, ilmuan lain justru membatah kesimpulan AL Gore bahwa pemanasan global  sebagai akibat ulah manusia itu  hanya isu di balik  konstruksi Manusia.  Kemudian, Kelompok yang membatah ini mengatakan  tingginya temperature bumi lebih disebabkan karena peningkaatan aktivitas badai   Matahari,  aktivitas gunung api bawa laut, dan sistem arus laut yang kompleks.

Tulisan ini tidak akan membahas perdebatasan penyebab pemasan global tersebut. Terlepas dari pedebatan pemanasan Global, fakta menunjukkan aktivitas manusia dalam skala besar dapat memberikan dampak  buruk terhdap  kualitas lingkungan hidup sekaligus dapat mengancam keberlangsungan hidup manusia, berbagai species tumbuhan dan hewan endemic (langka ) serta segala organisme yang ada di dalam maupun di luar perut bumi.

Tulis ini memberikan ulasan mengenai penerapan green finance di dalam  penyelenggaraan program pembangunan yang berkelanjutan di pulau Papua. Design pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya menitik beratkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi,tetapi juga dapat memperhatikan  kehidupan sosial masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.  Agenda perencenaan pembangunan berkelanjutan, secara tertulis dinyatakan secara jelas  kepentingan ketiga unsur tersebut. namun, di dalam implementasinnya kadang kala dua kepentingan lainya diabaikan, dan hanya mengedepankan kepentingan ekonomi. sehingga yang tercipta adalah pembangunan ekonomi yang ekslusif. Pemerintah Indonesia melalui kementerian keuangan telah merancang green finance sebagai salah satu alternatif pembiayaan  dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan. Namun perusahaan  reguler masih dominan dari pada perusahaan yang cenderung green finance.

Secara spesifik penulis menelaah perspektif pribadi tentang pemanfaat konsep green finance di dalam pembiayaan pelaksanaan pembangunan berkelajutan yang pro terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati yang ada di  bumi Cendrawasih. Konsep green finance merupakan suatu konsep keuangan yang berusaha menciptakan produk-produk dan atau pelayanan-pelayanan keuangan yang kemudian mendistribusikannya kepada berbagai pihak pengembang sebagai suatu bentuk investasi yang dapat meningkatan pembangunan ekonomi yang inklusif berkelanjutan, kehidupan sosial masyarakat, serta  melindungi  lingkungan hidup serta segala makhluk hidup yang ada di dalamnya.  Jika disederhanakan maka green finance adalah suatu alternative kebijakan keuangan yang dapat mendorong terciptanya keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Selama beberapa tahun, terakhir ini, dan massa yang akan datang, Papua merupakan salah satu wilayah menjadi sasaran pembangunan berskala nasional, seperti  pembukaan jalan Tol Papua di beberapa titik, tol laut yang akan dilengkapi dengan penambahan maupun perluasan kapasitas  pelabauhan,  standion olah raga (Standion Papua Bangkit) yang kini telah  tahap penyelesaian. Yang lebih meresahkan hati sebagian masyarakat Papua adalah pemerintah Pusat memberikan ijin beberapa perusahaan tambang untuk melakukan eksklorasi di beberapa titik di seluruh wilayah pulau Papua. Potensi pembukaan lahan pertanian, guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan daerah.  Selain itu, berbagai kemudahan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia seperti menarik investor asing untuk melakukan investasi di Indonesia  dengan kemudahan insentif pajak. Peluang investasi seperti ini, turut membuka peluang juga pusat-pusat pengembangan perekonomian baru di Papua.  Jika semua program itu, dilakukan dengan mengabaikan masalah lingkungan hidup. Maka sudah entu,segala isi  hutan dan keanekaragaman hayatinya  terancam akan punah dan juga dapat mengancaman kehidupan orang papua. Tanah atau hutan bagi orang Papua bagaikan seorang ibu yang memberikan kehidupan. Oleh karenanya,jika ganguan terhadap lingkungan hidup, ibarat dapat menggerogoti kehidupan masyarakat  Papua.

Ketersediaan infrastruktur yang memadai dapat mendukung kemajuan suatu daerah dan dapat mendukung perputaran perekonomian masyarakat. Namun jika proses pembangunan infrastruktur tersebut tidak dikelola secara baik dan tepat akan memberikan efek eksternalitas  yang kompleks. Efek  eksternalitas dini adalah tercemarmnya polusi udara, air terkontaminasi oleh  bahan-bahan kimia,  kehidupan mahkluk hidup di sekitar akan terancam.  Dalam pengembangan infrastrurktur, kadang kala lebih mengutamakan kepentingan investor dan mengabaikan kepentingan lain seperti dampak dari proyek tersebut terhadap lingkungan hidup dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

Pemerintah memiliki otoritas penuh, sudah harus  menerapkan konsep green finance  di dalam pelaksanaan yang pembangunan berkelanjutan di Papua. Pemerintah juga perlu mendorong atau menjamin lembaga-lembaga keuangan perbankan maupun lembaga-lembaga non keuangan seperti lembaga peminjaman untuk mendorong tercipta kesempatan penerapan green finance sebagai alaternatif pembiayaan. Selain itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah juga perlu  mendorong BUMN/BUMD yang menyelenggaran pembangunan infrastruktur agar dapat  mengutamakan  pengelolaan keuangan yang berkelanjutan dengan menerapkan dan atau memanfaatkan green finance. Green finance sebagai alternaif pembiayaan juga dapat mendukung terciptanya program pemerintah yang berkelanjutan dengan mengedepankan model pembangunan yang   pro growth, pro-Job, Pro-Poor dan pro-environment.

Penerapan konsep green finance sangat penting di era ini karena akan  memberikan efek berganda di dalam proses penyelenggaraan pembangunan, diantaranya dapat mengurangi ancaman pemanasan global, meminimalisir masalah lingkungan hidup di bumi cendrawasih yang masih perawan, menyelamatkan keanekaragaman hayati serta menghormati hak hidup  masyarakat pribumi Papua.

 

Penulis : Kristianus Hiktaop, Pemerhati Pembangunan Daerah dan Anggota Aplim Apom Research Group

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *