Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Politik Teori dan Praktis Masa Kini di Tanah Papua - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Politik Teori dan Praktis Masa Kini di Tanah Papua

Mandala Papua
Argopilus D. Urpon, Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id
A-AA+A++

Oleh Argopilus D. Urpon)*

Pada era globalisasi ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia semakin pintar dan cerdas menciptakan dan menggunakan segala hal yang diinginkan dan diidealkan. Dasar dari semua hasil cipta ialah ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Hal ini memberikan kontribusi besar bidang politik bagi kehidupan manusia untuk lebih berkembang dan maju. Bidang kehidupan politik antara teori dan praktek pun semakin mendapat perhatian di dunia, Negara dan terlebih khusus daerah kita.

Di Indonesia, tanah Papua ialah sebuah lahan politik yang subur dan sehat bagi mereka yang berkepentingan dan juga rakyat sebagai partisipan dalam perpolitikan. Siapa pun dia yang menjadi pemimpin ialah wakil rakyat dan pilihan rakyat. Kini kita sedang dalam tahun politik di tanah Papua. Banyak calon yang sudah tampil di depan publik menunjukan eksistensi politiknya dan rakyat pun sedang wanti-wanti untuk memilih pemimpinnya. Namun saya mengajak kita untuk mengantisipasi panggung politik yang kita sedang dan akan hadapi nanti untuk melihat dengan jelih politik teori dan politik praktis sebagai salah satu indikator dan juga pemahaman dasar sebelum kita memilih calon pemimpin kita kelak.

Ilmu politik ialah sebuah ide, konsepsi pemikiran tentang apa yang dicita-citakan, ideologi, tentang Negara, kekuasaan, kesejahteraan, dan sebagainya. Sedangkan politik praktis merupakan perbuatan nyata yang ditunjukan orang dengan sengaja untuk keperluan dirinya sendiri atau rakyatnya. Dalam  politik ini mempunyai bermacam-macam kegiatan yang bersistem di Negara  dan melaksanakan tujuan itu lalu perjuangan untuk teknik memperoleh kekuasaan, menjalankan kekusaan-kekuasaan, mengatasi masalah-masalah, kontrol kekuasaan dan pengguna kekuasaan dan sebagainya tentang kebaikan bersama. Semua ini memiliki hubungan timbal balik antara teori dan praktis politik. Dengan belajar kita mendapatkan pemahaman, ilmu dan konsepsi tentang politik untuk menjalankan hubungan antara manusia yang di lembagakan dalam bermacam-macam badan  politik baik yang suprastruktur politik dan infrastruktur politik dalam usaha yang di tempuh  demi mewujudkan kebaikan bersama  dalam praktis politik.

Secara teori kita  mengetahui bahwa semua yang kita anjurkan menjadi salah satu cara untuk berpolitik teori itu sudah ada dan menganggap mudah untuk kita lakukan dalam berpolitik. Semua teori dan cara atau teknik untuk mempertahankan kekuasaan sudah kita pelajari dalam UUD, buku, di internet atau pendidikan formal yang kita terima untuk mengetahui isi berpolitik teori itu. Namun ironisnya keseimbangan atau harmoni pun belum terwujud antara teori dan praktek politik di tanah Papua sehingga kadang hal ini sering dipertanyakan dan diperdebatkan dalam kelompok pro kontra masyarakat bila kepemimpinannya tidak sesuai dengan harapan dan impian rakyat.

Sangat di sayangkan ialah masyarakat yang tidak tahu teori politik menjadi korban karena permainan politik kepentingan individu dan kelompok tertentu. Namun yang menjadi kekuatan rakyat ialah politik praktis sebagai partisipan dalam pemilihan. Rakyat dengan keterbatasan pengetahuan dan ilmu pengetahuan memilih kandidat entah itu berteori atau tidak. Di sini si calon perlu ada pembekalan politik melalui pendidikan formal dan pengalaman organisasi agar tidak mengabaikan suara rakyat yang mulia untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Sehingga ketika terpilih seorang politikus harus di imbangi praktek lapangan dan beradaptasi untuk penyesuaian diri dengan masyarakat supaya tetap di percaya dan berjalan sesuai dengan apa yang di inginkan oleh rakyat.

Berpolitik secara praktek di panggung politik ini sering orang-orang yang tidak mengetahui teori berpolitik untuk  terjun di dunia politik  ini juga sangat kuat walaupun fungsi, tugas dan teknik-teknik berpolitik tidak mengetahui secara benar. Namun sebaliknya juga ada yang memiliki pengalaman namun tidak didasarkan pada ilmu yang cukup memadai tetapi mempunyai niat untuk terjuan dalam bidang politik.  Terlepas dari ini yang lebih penting ialah   cara, sikap, perilaku dan kepedulianya terhadap rakyat akan membuka wawasan-wawasan untuk berpolitik dan ia akan sering berjumpa dan beradaptasi dengan masyarakat untuk mengambil hati mereka. Hal ini pun menjadi support tersendiri oleh rakyat. Artinya bahwa pemimpin yang berhati rakyat untuk membangun sumber daya manusia dan pembangunan serta menjawab hak-hak rakyat itu dibutuhkan pada masa kini. Dengan demikian berpolitik teori dan praktek di lapangan harus berjalan setara supaya di percaya dan didukung oleh masyarakat  untuk tujuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Namun dengan pengaruh di era globalisasi ini berpolitik teori dan praktek ini sangat disosiatif oleh masyarakat di satu daerah dengan adanya berpolitik berteori dan berpolitik praktek di lapangan ini sangat di sayangkan karena tidak tercapai dengan keinginan dan cita-cita rakyat. Banyak pemimpin yang egoistis, otoriter, lari dari tugas, tidak menjalankan fungsi dan tugasnya dengan efisien untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, dan tidak menciptakan kehidupan yang aman, nyaman dan damai di daerah. Sebaliknya menuntut masyarakat untuk mengikuti keinginannya. Pemimpin model ini perlu dipertanyakan latar belakang pendidikan (ilmu) dan pengalaman (praktis) dalam dunia politik.

Dampak dari kurangnya teori dan praktis di era global ini ialah orang menjadi sensitif dan agresif terhadap sesama dalam kegiatan-kegiatan dan saling  menyerang satu dengan yang lainnya. Para pemimpin menjadi tidak dewasa dan sehat dalam berpolitik. Pola berpikir seperti ini yang menghambat  pembangunan di suatu daerah tertinggal, dan tidak akan berpikir positif dan merangkul untuk pembangunan  daerahnya yang tertinggal itu. Akan tetapi  iri hati, kebencian, dengki dan dendam politik akan menghancurkan dan menguburkan semua niat baik, konsep baik dan kata-kata manis.

Dengan cara-cara ini daerah dan rakyat sama sekali tidak akan berkembang dan maju dengan baik dan setiap generasi akan terbawa terus-menerus dan tidak ada ujungnya dan titik terang bagi suatu daerah yang selalu tenang dan bisa merubah segala sesuatu dengan baik.

Akhirnya dengan melihat persoalan yang timbul dalam cacat teori dan praktis politik  di tanah Papua maka solusinya ialah harus ada rekonsiliasi para kandidat dan rakyat. Lalu membuka diri serta bergumul dan bekerjasama dalam mengambil titik terang atau jalan keluar untuk membangun masyarakat yang maju dan sejahtera. Juga perlu ada pendidikan formal politik yang baik dan selektif sehingga menghasilkan pemimpin yang paham, sehat pikiran dan memiliki keseimbangan ilmu dan praktis politik. Dengan demikian berpolitik teori dan praktis dapat menciptakan kehidupan yang harmonis. Ini pun bisa menjadi indikator berpolitik dan pemilihan untuk bagaimana cara berpolitik di era globalisasi ini dan menjadi landasan untuk melayani rakyat dan merangkul semua orang ke pada tujuan bersama.

 

Penulis: Argopilus D. Urpon, Mahasiswa Asal Pegunungan Bintang  yang Kini Mengangur  di Jayapura, Papua

 

 

 

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *