
Asisten I Pemda Pegunungan Bintang,Agustinus Taplo, S. STP.,M.Si,Saat mendampingi Pemerhati Pembangunan, William Wandik, SE.,M.Si, yang juga Mantan Bupati II periode di kabupaten Puncak pada masanya.
OKSIBIL, MP.COM – Mantan Bupati Puncak dua periode, Wilem Wandik, SE., M.Si., menghadiri pameran Kopi Arabika Okmekmin sekaligus acara wisuda di Kampus Universitas Okmin Papua, Oksibil, Selasa (21/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi berbagai capaian pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, mulai dari jaringan jalan dan jembatan, lapangan sepak bola Sport Center, hingga kehadiran kampus universitas di wilayah perbatasan.
Dalam kunjungan tersebut, Wilem tampak akrab dengan Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana,ST.M.Si,Keduanya diketahui merupakan sahabat semasa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan selama ini memiliki orientasi pembangunan yang relatif sejalan.
“Saya mengapresiasi progres pembangunan berkelanjutan yang digagas Bupati Pegunungan Bintang. Beliau adalah sahabat saya, dan saya memahami bahwa beliau memiliki konsep pembangunan yang terukur, visioner, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang masyarakat,” ujar Wilem Wandik.
Ia menilai, kehadiran Universitas Okmin Papua merupakan langkah strategis bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Bintang. Menurutnya, pendirian perguruan tinggi di daerah pelosok bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan intervensi kebijakan yang berdampak langsung pada perluasan akses pendidikan, penguatan mobilitas sosial, dan pengurangan ketimpangan antarwilayah.

“Namun, saya patut memberi apresiasi kepada bupati karena menghadirkan gagasan yang luar biasa, yaitu kehadiran universitas ini. Membangun perguruan tinggi di wilayah seperti Pegunungan Bintang tentu tidak mudah, karena memerlukan kesiapan infrastruktur, tenaga pendidik, dan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan. Tetapi jika dikelola dengan baik, universitas ini akan menjadi motor penggerak kemajuan daerah,” katanya.
Sahabat Spei juga menilai bahwa keberadaan kampus tersebut berpotensi menciptakan efek pengganda bagi perekonomian lokal. Dalam beberapa tahun ke depan, ia memperkirakan akan terjadi peningkatan arus kunjungan masyarakat dari luar daerah, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan sektor jasa, perdagangan, dan usaha kecil di sekitar kampus.
“Ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga soal transformasi sosial dan ekonomi. Jika universitas ini terus diperkuat, Pegunungan Bintang akan semakin dikenal dan didatangi banyak orang dari luar daerah. Kami salut kepada Bupati Spei yang berani mengambil langkah maju seperti ini,” ungkapnya.
Selain menghadiri kegiatan akademik dan pameran kopi, Sahabat 01 Pegubin ini turut menyaksikan semangat pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Ia berharap sinergi antara pendidikan, infrastruktur, dan pengembangan komoditas unggulan seperti kopi Arabika dapat terus diperkuat agar pembangunan tidak berhenti pada simbol fisik, melainkan benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan di daerah perbatasan sangat ditentukan oleh konsistensi kebijakan, kualitas tata kelola, serta kemampuan pemerintah daerah membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Karena itu, kehadiran universitas perlu dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang yang harus dijaga dengan perencanaan akademik, dukungan anggaran, dan keterlibatan masyarakat setempat.(Aquino N)

Tidak ada Respon