Oksibil,(Mandalapapua.id)– Tim Pekat bersama Gabungan TNI/Polri di Kabupaten Pegunungan Bintang melakukan gerakan penegakan terhadap penjualan Minuman Keras Lokal (Milo) seperti CT dan Balo. Beberapa tempat yang menjual miras tersebut digerebek dan sejumlah barang bukti diamankan ke Polres Pegunungan Bintang pada Kamis (14/5/2026).
Ketua Pekat Pegubin sekaligus Plt Kepala Kesbangpol Pemda Pegunungan Bintang, Kaleb Alimdam,S.IP.,M.KP.,menyatakan bahwa langkah ini bertujuan menyelamatkan generasi muda dari bahaya penyakit sosial. “Saya anak asli daerah, tujuan saya hanya satu, untuk menyelematkan adik-adik saya dari bahaya penyakit masyarakat, agar mereka mengikuti jejak saya,” tegasnya.
Menurut Kaleb,Tim Pekat dibentuk oleh Bapak Bupati berdasarkan kesepakatan bersama Intelek Orang Asli pegunungan Bintang dengan melihat kondisi pegunungan Bintang tahun 2025 sangat memprihatinkan kondisi kota oksibil yang di seluruh kota Dipenuhi dengan aktifitas penyakit sosial waktu itu Dan kami anak daerah Bupati bersama seluruh Intelek turun Jalan untuk tutup semua penyakit sosial di Oksibil,” ujarnya.
Tim Pekat Bersama TNI,Polri Pegubin menyita sejumlah barang bukti minuman lokal beralkohol di kampung Imik Kalomdol Senin pekan lalu.
Rombongan Tim Pekat yang terdiri dari TNI, Polri, DPRD, dan ormas pemuda telah aktif sejak tahun lalu. Namun, menurut Kaleb, hanya pihak TNI dan Polri yang memberikan dukungan penuh selama beberapa bulan terakhir.
“Untuk menyelamatkan Generasi Pegunungan Bintang dari bahaya penyakit sosial adalah tanggungjawab kita bersama, apalagi ormas yang sudah tergabung dalam pemerintah,” katanya.
Kaleb juga mengangkat isu tentang pasar gelap judi togel yang katanya sudah ditutup sejak tahun lalu di Kota Oksibil. “Siapa yang bermain di belakang kami ini? Judi togel dalam hukum undang-undang adalah aktivitas ilegal yang dibela oleh oknum berdasar yang punya modal besar. Jika memang kemauan masyarakat,Yang menjadi donatur siapa? Ini hanya mengadu domba agar kita saling baku hantu di negeri kita sendiri,” ucapnya.
Menurutnya, pada Jumat (8/5) lalu tim telah menemukan tempat penjualan kupon judi togel di beberapa lokasi seperti Balusu, Jalan Masuk Bandara, dan Kabiding Lokasi III. Penjualan tersebut dilakukan oleh orang asli daerah, bahkan salah satunya disetujui oleh oknum intelektual dan kepala kampung. “Memalukan, Papua makan Papua,” tuturnya.
Tim Pekat bersama Gabungan TNI Polri datangi lokasi penjualan kupon togel yang diperjualkan oleh oknum OAP Pegubin di Balusu Oksibil dan menyita barang bukti, Jumat, (8/5) .
Kaleb mengingatkan bahwa intelektual seharusnya memberikan arahan yang benar, sedangkan kepala kampung memiliki tugas membina masyarakat. “Dana desa harus dimanfaatkan baik agar masyarakat tidak mengambil aktivitas yang merugikan sesama dan rumah tangga keluarga,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada oknum orang-orang nusantara yang tinggal di Oksibil yang diduga mengadu domba orang asli. “Mulai hari ini stop, lebih baik tahu diri dan tahu malu. Orang-orang yang memfasilitasi adik-adik di Oksibil dan lakukan aktivitas ilegal di ibukota kabupaten kami sudah ketahui,” pungkasnya.
Sebagai bentuk penegakan hukum, pihaknya bersama kepolisian telah mengirimkan 8 orang pelaku penjual kupon judi togel dan peredar ganja ke tahanan di Wamena. “Kali berikut saya tidak akan memberikan ampun,” tandas Kaleb Alimdam kepada media ini pada Sabtu (16/5/2026).*(Admin)


Tidak ada Respon