OKSIBIL,MandalaPapua.id- Dalam apel pagi rutin yang digelar di halaman Kantor Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (18 Mei 2026), Asisten II Sekretariat Daerah, Nicolaus Uropmabin, S.IP., M.Si., menyampaikan amanat yang penuh dengan urgensi terkait ancaman penyakit sosial yang kini mulai merambah dengan cepat ke tengah-tengah masyarakat daerah ini. Menurutnya,gejala-gejala masalah tersebut sudah tampak nyata dan tidak dapat lagi ditolerir dengan sikap acuh tak acuh.
“Penyakit sosial seperti penyebaran narkotika, penyalahgunaan minuman keras, serta praktik perjudian bukan lagi masalah yang dapat kita sepelekan. Ancaman ini telah mulai menggoyangkan fondasi tatanan kehidupan bermasyarakat, bahkan berpotensi menghancurkan masa depan generasi muda kita sekaligus menghambat momentum pembangunan yang telah kita bangun dengan susah payah,” tegas Nicolaus dalam amanatnya.
Ia mengungkapkan bahwa banyak anak muda di Kabupaten Pegunungan Bintang telah menunjukkan tanda-tanda terjerumus ke dalam lingkaran masalah yang berbahaya ini. Jika tidak segera ditangani dengan pendekatan yang komprehensif dan terpadu, hal ini akan menjadi beban kolosal yang memberatkan seluruh roda pemerintahan dan kemajuan daerah di masa mendatang.
“Sebagai bagian integral dari Provinsi yang tengah melalui tahap pemulihan dan penguatan tatanan kehidupan berbangsa, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menghentikan laju penyebaran penyakit sosial ini.
Setiap elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, lembaga legislatif,tokoh masyarakat, hingga keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan berbangsa ,memiliki peran strategis yang tidak dapat digantikan dalam memberikan edukasi serta membangun pemahaman yang benar kepada seluruh lapisan rakyat,” jelasnya.
Nicolaus menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak dapat menjadi beban tunggal satu instansi pemerintah saja. “Kepala dinas terkait, aparatur sipil negara, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh komponen masyarakat harus bersinergi secara sinambung dalam rangka membangun benteng pertahanan yang kokoh untuk menangkal ancaman ini,” tandasnya.
Selain itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun sistem perlindungan yang komprehensif bagi generasi muda melalui berbagai inisiatif kegiatan positif. Mulai dari penyempurnaan kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah, penguatan peran pengawasan dan pembinaan di lingkungan rumah tangga, hingga pemberian dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan yang mengembangkan potensi diri seperti cabang olahraga, seni budaya, serta pelatihan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
“Kita harus secara proaktif menyediakan alternatif kegiatan yang bermanfaat dan membangun karakter, sehingga anak-anak muda kita tidak lagi merasa terisolasi atau tergoda oleh hal-hal yang hanya akan merusak masa depan mereka. Setiap langkah kecil yang kita lakukan untuk membimbing mereka akan memberikan dampak besar bagi kemajuan daerah kita,” pungkasnya.*(Aquino n)


Tidak ada Respon