Oksibil,(Mandalapapua.id)–Universitas Okmin Papua (UOP) di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) mendapat kunjungan istimewa dari dua profesor ternama dari Eropa. Profesor Dr. Wulf Schiefenhoevel dari Jerman dan Dr. Marian Vanhaeren dari Prancis memberikan kuliah umum selama tiga hari yang inspiratif bagi seluruh mahasiswa UOP.
Kuliah umum yang berlangsung hingga Sabtu, 13 Desember 2025, ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dari angkatan pertama hingga kelima. Kehadiran kedua profesor ini menjadi motivasi baru bagi UOP untuk terus mengembangkan diri sebagai pusat studi antropologi dan arkeologi di Papua.
Profesor Dr. Wulf Schiefenhoevel: “Okmekmin adalah Tempat yang Cukup untuk Pendidikan dan Kehidupan Akademik.”
Dalam kuliahnya, Profesor Dr. Wulf Schiefenhoevel, yang ahli di bidang antropologi, etnoarkeologi, dan etnologi Papua, berbagi pengalamannya meneliti wilayah adat Okmekmin sejak tahun 1975.
Prof mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat belajar mahasiswa UOP.
“Saya senang sekali karena mahasiswa selama tiga hari duduk di sini, tidak capek, tidak lari, mereka mau mengerti, mereka mau belajar dari ilmu kami,” ujarnya.
“Okmekmin adalah tempat yang cukup untuk pendidikan dan kehidupan akademik di pedalaman.”
Profesor Wulf juga menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama antara UOP dengan universitas-universitas terkemuka di Jerman.
Bahkan menawarkan kesempatan bagi mahasiswa UOP untuk belajar di Jerman.
“Antropologi harus bicara mengenai budaya, karena ada bahaya budaya nanti hilang,” pesannya.
Ia juga menyarankan agar UOP membangun museum untuk menyimpan artefak budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat Okmekmin.
Dr. Marian Vanhaeren: “Budaya Orang Okmekmin Memiliki Banyak Hal yang Bisa Diberikan kepada Dunia”
Dr. Marian Vanhaeren, seorang arkeolog dari Universitas Porto di Prancis, juga menyampaikan kekagumannya terhadap budaya dan potensi arkeologi wilayah Okmekmin.
“Kami senang bisa memberitahu sedikit lebih banyak tentang penelitian kami di bidang arkeologi, etnoarkeologi, dan etnografi,” ujarnya.
“Kami pikir budaya orang Okmekmin memiliki banyak hal yang bisa diberikan dan dipelajari oleh dunia, dan kami akan sangat senang jika di masa depan bisa bekerja bersama untuk ilmu pengetahuan dan penelitian di tempat yang indah ini.”
Universitas Okmin Papua Siap Jalin Kerja Sama dengan Universitas di Eropa
Warek I Universitas Okmin Papua, Dr. Yumius Taplo, menyambut baik tawaran kerja sama dari kedua profesor. Ia berharap, kunjungan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara UOP dengan universitas-universitas di Eropa.
Warek I Universitas Okmin Papua, Dr. Yumius Taplo
Pertemuan ini bukan akhirnya, melainkan awal dari kerja sama yang lebih dalam,” ujarnya.
“Kami mohon mungkin waktu-waktu berikut kalau kita belum dipanggil oleh Tuhan untuk lebih beraktif lagi di sini untuk memberikan kami perkuliahan.”
Dr. Yumius juga berharap agar para dosen dan mahasiswa UOP dapat dikirim ke Jerman atau Prancis untuk belajar dan meningkatkan kapasitas mereka.
Kuliah Umum Jadi Motivasi Baru bagi Mahasiswa dan Dosen
Ketua Prodi Biologi UOP, Dr. Matheus Rumbiak, menyampaikan bahwa kuliah umum ini memberikan motivasi baru bagi mahasiswa dan dosen UOP untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Ketua Prodi Biologi UOP, Dr. Matheus Rumbiak
“Kami juga belajar dari Profesor, luar biasa. Mereka punya pengalaman luar biasa meneliti. Saya harap kita mahasiswa besok yang menjadi alumni-alumni baru dari mahasiswa ini terus belajar,” pesannya.
Dr. Matheus juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan diri di berbagai bidang ilmu, tidak hanya di bidang antropologi atau biologi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas prodi untuk menghasilkan penelitian yang komprehensif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Pemda Pegubin Dukung UOP Jadi Pusat Studi Antropologi Melanesia
Mewakili Pemerintah Daerah Pegubin, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Hengki Bidana,S.Sos.,M.Sos,menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan UOP sebagai pusat studi antropologi manusia Melanesia.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan, Hengki Bidana,S.Sos.,M.Sos
“Kehadiran Bapak Profesor dan Ibu itu lengkap adanya kalau ini terjadi kerja sama yang baik, mitra yang baik untuk kita saling melengkapi,” ujarnya.
Hengki juga menantang para peneliti UOP untuk membuktikan kebenaran hipotesis mengenai asal-usul masyarakat Melanesia yang pusatnya berada di Pegunungan Bintang.
Dengan semangat baru dan dukungan dari berbagai pihak, Universitas Okmin Papua siap menjadi pusat studi antropologi dan arkeologi yang unggul dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta pelestarian budaya di Papua.* (Aquino Ningdana)


Tidak ada Respon