Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Okaom Pegubin Darurat Miras dan Ganja Pangkalan Ojek Jadi Sarang,Warga Ngamuk Palang Jalan - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Okaom Pegubin Darurat Miras dan Ganja Pangkalan Ojek Jadi Sarang,Warga Ngamuk Palang Jalan

Mandala Papua
A-AA+A++

Oksibil,Mandalapapua.id – Warga Distrik Ok Aom, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, sudah habis kesabaran! Aksi pemalangan jalan raya di Aliklop, Okaom Pegubin, Sabtu (06/12/2025), menjadi bukti nyata kemarahan masyarakat atas maraknya peredaran miras dan ganja yang diduga kuat melibatkan oknum ojek dan sopir taksi.

Pemalangan jalan ini merupakan inisiatif warga yang frustrasi melihat pangkalan ojek dan taksi rute Oksibil-Ok Aom justru menjadi sarang aktivitas ilegal di malam hari. Masyarakat menuding oknum-oknum tersebut kerap mengantar pengguna narkoba dan memasok miras ke wilayah Okaom, mengganggu ketenangan dan keamanan warga.

Aksi pemalangan ini mencerminkan kekecewaan mendalam warga atas dugaan pembiaran praktik ilegal ini. Mereka mempertanyakan kinerja Tim Penanganan Penyakit Sosial (Pekat) dan aparat kepolisian yang seolah “tutup mata” terhadap aktivitas meresahkan ini.

Foto : Blokade Jalan Berlanjut,Ekspresi warga Okaom usai aksi, siap terus berjuang berantas aktivitas ilegal

“Kami sudah muak dengan aktivitas yang dilakukan oleh oknum-oknum ini.Kami minta ada tindakan tegas dari aparat?! Kenapa pangkalan ojek dan taksi ini dibiarkan menjadi sarang miras dan ganja?!” geram seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kemarahan warga juga ditujukan kepada oknum ketua pangkalan ojek Bulangkop, yang diduga kuat memfasilitasi aktivitas ilegal ini. Warga mengancam akan mengumpulkan data dan mengganti ketua pangkalan jika terbukti terlibat.

“Kami tahu siapa saja yang terlibat! Jangan coba-coba bermain-main dengan kami! Jika oknum ketua pangkalan ini terbukti melindungi atau bahkan terlibat dalam peredaran miras dan ganja, kami akan ganti dia!” tegas warga.

Lebih lanjut warga Kampung ini menjelaskan,kami semakin hari semakin memuncak akibat ulah para pemabuk yang kerap membuat onar di malam hari. Rumah-rumah warga, termasuk kediaman Plt Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menjadi sasaran para pengguna miras.

Foto : Aksi Pemalangan di Distrik Ok Aom, Warga Memblokade Jalan Menuju Oksibil sebagai Bentuk Protes atas Maraknya Peredaran Miras dan Ganja, Sabtu (6/12/2025).

“Selama ini, setelah minum, sasaran mereka itu di rumah saya. Mereka minum, naik ke rumah, hancurkan rumah, mengganggu kamtibnas, keluarga yang tidur, anak kecil maupun orang-orang tua,” ungkap warga dengan nada geram.

Masyarakat Okaom menuntut Tim Pekat dan aparat kepolisian segera melakukan sweeping dan investigasi mendalam untuk membongkar jaringan peredaran miras dan ganja yang meresahkan ini. Mereka juga meminta agar ketua pangkalan Bulangkop diperiksa secara intensif.

“Kami tidak ingin generasi muda Pegunungan Bintang dirusak oleh miras dan ganja! Aparat harus bertindak tegas, tanpa pandang bulu! Jangan biarkan Okaom menjadi sarang penyakit sosial!” seru warga.

Sampai kapan pihak berwajib akan terus “tutup mata” terhadap praktik ilegal yang merusak generasi muda Pegunungan Bintang? Aksi pemalangan jalan ini menjadi sinyal darurat bagi pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk segera bertindak sebelum situasi semakin memburuk.*(Redaksi)

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *