Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
DPRD Pegubin Kecewa: Program Subsidi Pemerintah Gagal Total, Pendatang Kuasai Distribusi - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

DPRD Pegubin Kecewa: Program Subsidi Pemerintah Gagal Total, Pendatang Kuasai Distribusi

Mandala Papua
A-AA+A++

Oksibil,Mandalapapua.id—Kekesalan masyarakat Pegunungan Bintang (Pegubin) atas mahalnya harga barang kebutuhan pokok semakin memuncak. DPRD Pegubin pun tak tinggal diam. Menyusul pernyataan pedas Ketua II DPRD Pegubin, kini giliran Wakil Ketua Komisi C, Jefrin Dedenip Singpanki, ST, yang melayangkan kritik keras terhadap pengelolaan dan penyaluran barang bersubsidi di wilayah tersebut.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DPRD Pegubin, Jumat (14 November 2025), Jefrin Dedenip Singpanki mengungkapkan kekecewaannya atas dugaan penyimpangan yang terjadi selama bertahun-tahun. Didampingi oleh anggota DPRD lainnya, Epensius Deal, S. AP, Notius Urwan, S.IP, Jefrin D.Singpaki, ST, Coswin P.Uropmabin, Lainus R.Keduman, SH, dan Betuel Kakadi.Jefrin menyoroti bahwa program subsidi yang seharusnya meringankan beban masyarakat, justru dijadikan lahan bisnis oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya ingin menyampaikan bahwa Dinas Perindagkop Kabupaten Pegunungan Bintang telah gagal menjalankan amanah. Program subsidi ini seharusnya menjadi solusi untuk menekan harga barang yang sangat mahal di Pegubin. Tapi kenyataannya, program ini justru dijadikan lahan bisnis,” tegas Jefrin.

Ia juga mengungkapkan bahwa penyaluran barang bersubsidi di Pegubin dikelola oleh empat pihak, yaitu Dinas Perindagkop, pihak ketiga (kontraktor), dan pihak bandara. Ia menilai bahwa pengelolaan yang terfragmentasi ini justru membuka celah bagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

“Pemerintah pusat sudah memberikan bantuan subsidi yang besar, tujuannya jelas untuk menekan harga barang agar terjangkau oleh masyarakat Pegunungan Bintang. Tapi kenapa harga barang tetap mahal? Bahkan lebih mahal dari daerah lain? Ini kan aneh? Ada apa sebenarnya?” tanya Jefrin dengan nada curiga.

Ketua Fraksi partai gabungan ini menyoroti bahwa selama ini, penyaluran barang bersubsidi didominasi oleh para pendatang. Mereka mengambil barang di bandara, membawanya ke kios-kios, lalu menjualnya dengan harga normal, bukan dengan harga subsidi.

“Ini yang sangat memprihatinkan. Barang subsidi ini seharusnya dijual dengan harga murah kepada masyarakat Pegunungan Bintang. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Para pendatang ini memanfaatkan subsidi untuk keuntungan pribadi, tanpa mempedulikan nasib masyarakat,” kecamnya.

Dirinya menilai bahwa masyarakat adat Pegunungan Bintang seolah-olah menjadi penonton di tanah sendiri. Mereka tidak memiliki akses terhadap barang bersubsidi dan harus membeli barang dengan harga yang mahal.

DPRD Pegubin mendesak Dinas Perindagkop untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem penyaluran barang bersubsidi yang selama ini diterapkan. Jefrin juga mengusulkan agar pemerintah daerah membangun gudang besar terpusat yang dikelola oleh satu pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan prioritas kepada masyarakat adat dalam penyaluran barang bersubsidi.

“Evaluasi total ini sangat penting untuk mengetahui akar masalahnya dan mencari solusi yang tepat. Pemerintah daerah juga harus mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan penyimpangan dalam penyaluran barang bersubsidi. Jangan biarkan mereka merampok hak masyarakat Pegunungan Bintang” tutupnya.*(Redaksi)