Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
"Damai Itu Investasi!" Ketua FKUB Pegubin Ajak Jaga Kondusifitas Wilayah Demi Pembangunan Berkelanjutan - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

“Damai Itu Investasi!” Ketua FKUB Pegubin Ajak Jaga Kondusifitas Wilayah Demi Pembangunan Berkelanjutan

Mandala Papua
A-AA+A++

Oksibil, Mandalapapua.id – Di balik kesederhanaan sosoknya, Pdt. Dr. Anselmus Taplo, M.Pd.K., Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pegunungan Bintang, menyimpan visi besar untuk kemajuan daerahnya. Baru-baru ini meraih gelar doktor, ia langsung tancap gas menyerukan persatuan dan kondusifitas wilayah sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Pegunungan Bintang.

Seruan penuh semangat ini disampaikan dalam acara Doa Syukur atas gelar doktor yang diraihnya, yang digelar pada Sabtu (18/10) di Oksibil. Acara tersebut bukan hanya sekadar perayaan atas pencapaian akademis, namun juga menjadi momentum penting untuk merefleksikan peran FKUB dan figur Pdt. Dr. Taplo dalam merajut harmoni di tengah keberagaman masyarakat Pegunungan Bintang.

Pdt. Dr. Anselmus Taplo bukanlah sosok asing di tengah masyarakat Pegunungan Bintang. Sebelum mengemban amanah sebagai Ketua FKUB, ia telah lama dikenal sebagai gembala jemaat yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Pengalamannya berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, dari tokoh adat hingga generasi muda, telah menumbuhkan pemahaman mendalam tentang pentingnya kerukunan dan toleransi sebagai modal sosial yang tak ternilai harganya.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana konflik dan perpecahan bisa menghambat roda pembangunan dan merugikan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat kedamaian di Pegunungan Bintang,” ungkapnya dengan nada penuh keyakinan.

Bagi Pdt. Dr. Taplo, gelar doktor yang diraihnya bukanlah semata-mata sebuah pencapaian pribadi, melainkan sebuah amanah dan modal untuk berbuat lebih banyak bagi kemajuan Pegunungan Bintang. Ia berencana untuk memanfaatkan ilmu dan pengetahuannya dalam memperkuat program-program FKUB, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memberdayakan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan sosial.

“Saya memiliki mimpi untuk menjadikan FKUB sebagai pusat kajian dan pengembangan kerukunan umat beragama yang inklusif dan berdaya guna bagi masyarakat. Saya juga ingin berperan aktif dalam membantu pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada semua warga, tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan,” jelasnya.

Dengan mengangkat tema sentral “Kondusifitas Wilayah Kunci Pembangunan Berkelanjutan,” Pdt. Taplo ingin menegaskan bahwa kedamaian bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan harus diusahakan, dijaga, dan dirawat bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. Ia bahkan menyebut damai sebagai sebuah “investasi” jangka panjang yang akan memberikan keuntungan berlipat ganda bagi Pegunungan Bintang.

“Jika kita ingin melihat Pegunungan Bintang maju, berkembang, dan sejahtera, maka kita harus berani berinvestasi dalam kedamaian. Kita harus menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi semua orang untuk berkarya, berinovasi, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tegasnya dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Taplo berharap, dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat Pegunungan Bintang, daerahnya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Papua, bahkan di seluruh Indonesia, tentang bagaimana membangun masyarakat yang harmonis, toleran, dan sejahtera di tengah perbedaan yang ada.

“Mari kita jadikan Pegunungan Bintang sebagai rumah bagi semua orang, di mana setiap orang merasa aman, nyaman, dan dihargai. Dengan begitu, kita akan mampu mewujudkan Pegunungan Bintang yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya*(Redaksi)