Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Ini Catatan Singkat Penangkapan Ferry Awom - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Ini Catatan Singkat Penangkapan Ferry Awom

Mandala Papua
A-AA+A++

MANDALAPAPUA—-Tokoh pejuang OPM legendaris FERRY AWOM dijebak oleh pasukan TNI. PANGDAM XVII Cenderawasih Acub Zainal yang menggantikan Sarwo Edhie Wibowo kemudian menjalankan operasi Militer yang disebutnya sebagai OPERASI PAMUNGKAS untuk memburu Ferry Awom beserta pasukannya. TNI menjebak Awom melalui bapa angkatnya Abraham Saiba kepala suku besar Atam yang berpengaruh luas di daerah pedalaman. Abraham Saiba dan Mayor Tituler Lodewijk Mandatjan telah masuk kota dan menyerahkan diri. Abraham Saiba bapa angkat Ferry Awom dikabarkan sakit keras karna malaria akhirnya Ferry Awom harus turun gunung untuk melindungi bapa angkatnya. TNI meminta bantuan juga kepada Terianus Aronggear untuk menyurati Ferry Awom di Sauguma. Kemudian 19 November 1970 Ferry Awom menyerahkan diri bersama pasukannya ke tangan Acub Zainal dalam sebuah upacara di lapangan Borasi Manokwari.
Saat mendebarkan ketika Ferry Awom melepaskan sendiri pistolnya dari pinggangnya dan menyerahkan langsung kepada Acub Zainal, setelah pistol diterima ternyata masih berisi peluru. Acub Zainal sempat terhentak, bagaimana kalau Ferry Awom menggunakan kesempatan dengan menembakkan pistolnya langsung ke arah Acub Zainal, dan sudah pasti nyawa Acub Zainal seketika akan melayang.

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *