Soe Tjen Marching
Apa yang ada dalam pikiran kalian ketika membaca kata “Seks”? Sesuatu yang tabu, menjijikkan atau indah, nikmat, nakal, menggairahkan; ataukah hanya tulisan empat abjad saja (S – E – K – S)?
Akan jarang sekali manusia yang lancar membaca, melihat kata-kata sekedar sebagai rangkaian huruf yang tak mempunyai arti dan kesan, yang tak memberi gambaran atau dampak tersendiri. Dan itulah kekuatan kata-kata.
Lalu, apa hubungannya seks, negara dan Tuhan? Seks adalah hal yang masih sering ditabukan, namun negara dan Tuhan gemar sekali mengaturnya, terutama terhadap wanita. Perempuanlah yang seringkali menjadi sasaran berbagai peraturan tentang pakaian dan perilaku seksual: mereka yang diharuskan menutupi anggota tubuh tertentu; mereka yang diharuskan menjaga keperawanan dan mengikuti lebih banyak aturan daripada lelaki, merekalah yang juga lebih sering mendapat stigma.
Kenapa perempuan?
Karena dari tubuh perempuanlah, manusia baru diciptakan. Dari tubuh perempuanlah, manusia-manusia baru ini mendapatkan sumber asupan pertama. Dari perempuanlah, bayi mendengar kata-kata pertama dan menyerap konsep awal untuk menjadi manusia. Perempuanlah yang membentuk dan mendidik kanak-kanak untuk menjadi dewasa. Nilai-nilai dari perempuan akan diturunkan kepada mahluk-mahluk kecil yang diasuhnya. “The Hand that Rocks the Cradle Rules the World” [Tangan yang mengayun buaian, mengontrol dunia], tulis penyair William Ross Wallace. Inilah yang membuat tubuh perempuan bisa menjadi “mengerikan” bagi penguasa.
Salah satu cara yang ampuh untuk mengontrol Manusia adalah dengan memengaruhi cara berpikir mereka lewat cerita dan kata kata. Bila akal budi manusia sudah dipenuhi oleh dogma, bila cara berpikir mereka sudah dibentuk oleh penguasa, maka ia akan dengan mudah dikendalikan untuk memenuhi tujuan tertentu.
Karena itu, jangan pernah merendahkan kekuatan cerita dan kata-kata. Dengan kata-kata-lah, manusia menyampaikan konsep, gagasan serta dogma tertentu. Dengan sebuah cerita, manusia bisa mengarahkan manusia lainnya untuk memercayai berbagai konsep dan gagasan itu. Dengan kata-katalah, manusia bisa menggerakkan manusia lain untuk melaksanakan hal-hal yang tak terduga.
Karena itu, dengan kata-kata pula, saya mencoba melawan berbagai propaganda dan dogma.
Rincian buku:
Judul Buku: Seks, Tuhan dan Negara
Penulis: Soe Tjen Marching
Penerbit: Globalindo
Tahun terbit: 2020
ISBN: 9786239334628
Tebal: 263 halaman


Tidak ada Respon