LAPORAN KELOMPOK PETANI KOPI OWA, PANIAI
Pagi ini kami munculkan Profil Petani kopi. Ya, sekarang kami kenalkan cerita singkat ttg Bapak Piter Degei.
Bapak Piter Degei seorang petani kopi. Sebelumnya beliau seorang guru di salah satu SD di kampung Beko, Distrik Paniai Barat. Sejak tahun 2016 tidak aktif mengajar karena usia berhenti kerja yang ditetapkan pemerintah su terpenuhi.
Meski dinyatakan berhenti kerja, tenaganya yang masih kuat, Bapak Piter beralih kerja di kebun. Kebun kopi. Atas berkat kerja kerasnya di kebun kopi, beliau berhasil tanam kopi seluas 1 ha, sebanyak 1.200 pohon.
Pohon kopi yang dimilikinya berbeda umur, ada yang baru mulai berbuah tahun ini bulan Kemarin (April) dan ada pohon yang mulai bercabang.
Pada kesempatan ini, si mantan guru ini dipercayakan menjadi Koordinator Petani Kopi Distrik Paniai Barat. Mengkoordinir 42 petani kopi.
Melalui insentif yang disediakan pemerintahan (Bupati Paniai: Meky Nawipa), bapa ini mendapat 3 juta tiap bulan. Ya, mungkin beliau mendapat lebih besar dari gaji yang dulu ia dapat di sekolah. Dan akan lebih besar penghasilannya setelah panen buah kopi miliknya.
Bapa ini sampaikan, warisan saya untuk anak dan cucu yang bisa saya tinggalkan bukan SK pensiun tapi Kopi. Karena SK akan berakhir diwaktu tertentu sedangkan kopi akan tetap dan ada sepanjang waktu.
Saya ucapkan terima kasih bapak Meki Nawipa karena telah memotivasi dan angkat derajat kami petani kopi dengan telah menjadikan kopi menjadi program unggulan di kabupaten Paniai, ucap Bapak Piter”


Tidak ada Respon