Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Dulu Guru SD Sekarang Petani Kopi - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Dulu Guru SD Sekarang Petani Kopi

Mandala Papua
A-AA+A++

LAPORAN KELOMPOK PETANI KOPI OWA, PANIAI

 

Pagi ini kami munculkan Profil Petani kopi. Ya, sekarang kami kenalkan cerita singkat ttg Bapak Piter Degei.

Bapak Piter Degei seorang petani kopi. Sebelumnya beliau seorang guru di salah satu SD di kampung Beko, Distrik Paniai Barat. Sejak tahun 2016 tidak aktif mengajar karena usia berhenti kerja yang ditetapkan pemerintah su terpenuhi.

Meski dinyatakan berhenti kerja, tenaganya yang masih kuat, Bapak Piter beralih kerja di kebun. Kebun kopi. Atas berkat kerja kerasnya di kebun kopi, beliau berhasil tanam kopi seluas 1 ha, sebanyak 1.200 pohon.

Pohon kopi yang dimilikinya berbeda umur, ada yang baru mulai berbuah tahun ini bulan Kemarin (April) dan ada pohon yang mulai bercabang.

Pada kesempatan ini, si mantan guru ini dipercayakan menjadi Koordinator Petani Kopi Distrik Paniai Barat. Mengkoordinir 42 petani kopi.

Melalui insentif yang disediakan pemerintahan (Bupati Paniai: Meky Nawipa), bapa ini mendapat 3 juta tiap bulan. Ya, mungkin beliau mendapat lebih besar dari gaji yang dulu ia dapat di sekolah. Dan akan lebih besar penghasilannya setelah panen buah kopi miliknya.

Bapa ini sampaikan, warisan saya untuk anak dan cucu yang bisa saya tinggalkan bukan SK pensiun tapi Kopi. Karena SK akan berakhir diwaktu tertentu sedangkan kopi akan tetap dan ada sepanjang waktu.

Saya ucapkan terima kasih bapak Meki Nawipa karena telah memotivasi dan angkat derajat kami petani kopi dengan telah menjadikan kopi menjadi program unggulan di kabupaten Paniai, ucap Bapak Piter”

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *