Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Menuju Pegunungan Bintang Mandiri Energy di Indonesia - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Menuju Pegunungan Bintang Mandiri Energy di Indonesia

Mandala Papua
A-AA+A++

OKSIBIL, TRIBUNPAPUA.ID—-Bupati Pegunungan BIntang, Spey Bidana, ST.MSi, dan Wakilnya Piter Kalakmabin mempunyai mimpi besar, Pegunungan Bintang berpeluang menjadi Mandiri Energy di Indonesia. Mempunyai impian Pegunungan Bintang menjadi satu satunya kabupaten di Indonesia yang menjadi Mandiri Energy. Energy mandiri dari Gren Energy.
Ketika Pegunungan Bintang menjadi wilayah mendiri Energy, kita bisa menghidupkan wilayah Selatan kabupaten Boven Digeol, wilayah Barat, kabupaten Yahukimo, wilayah Utara kabupaten Keerom dan wilayah timur Papua New Gunea (PNG).
Usai meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Bupati Pegunungan Bintang kepada media ini mengatakan ke depan kita akan kelola Green Energy dan satu satunya kabupaten di Indonesia bisa mandiri Energy.
“Jadi satu satunya di Indonesia yang mempunyai Energi Mandiri menggunakan Green Energi meliputi energy air, mata hari, maupun energy Wine. Di pegunungan Bintang kita pastikan kelebihan energy”kata bupati kepada media ini, Sabtu pecan lalu.
Menurutnya, Kita kan pasang jaringan kea rah Boven, Yahukimo, Keerom. Energi dikelola oleh PLN. Semua pake meteran dan menjadi sumber pendapatan. Kemudian kita jual 1 Mega ke PLN.
“Pengaturan bisnisnya, kita akan bicara dengan PLN. Hari ini kan masi menggunakan Off Griet, masi sendiri. Sedangkan besok kita akan On Griet, kita kan jual ke PLN supaya ada Pendapatan. Kita atur supaya ada asosiasi Migro Hidro, orang asli akan kelola. Jadi kita akan atur pendapatannya, pemda berapa, PLN berapa, dan swasta atau orang local”ujar Bupati Spey yang juga Lulusan teknik lingkungan di Yogyakarta.
Bupati mengatakan demi mewujudkan visi Mandiri Ekonomi, pengelolaan Green Energy di Pegunungan Bintang dikelola secara baik oleh anak asli daerah mempunyai potensi yang bagus. Supaya masyarakat bisa hidup dari Energy yang akan kita bangun nanti.
“Supaya mandiri ekonomi, harus ada pendapatan. Jadi Visi kami dua bangun jalan, jembatan, jaringan, dan bangun turbin. Jadi dimana ada air kita kan bangun turbin. Teknologi itu ada, misalnya kita lemparkan teknologi ke sungai itu sudah bisa menyala listriknya” kata Spey yang didampingi wakil bupati dan sejumlah pejabat daerah Pegunungan Bintang.
Ia menjelaskan dalam rangkah terang kota Oksibil ini, turbin ini dikerjakan sejak saya jadi di BAPPEDA tahun 2016, dan hari ini sudah ada. Mesin ini sudah readi 1 Mb yang sekarang menjadi masalah itu jaringan. Jadi jaringan kita pastikan sudah ada tim yang revitalisasi studi yang lalu.
Karena studi lalu kan tidak bagus, sekarang kita pastikan yang bagus dan dikerjakan tahun ini supaya 100 hari kerja yang kami dua maksudkan bisa 3 atau 4 bulan ke depan bisa terang kota Oksibil. Kami sudah hitung, kalo ini masuk Kota Oksibil itu kelebihan 600 KWH dari 1 Mega. Mesin ini masing masing 250, dan readi untuk
“Jadi focus kita itu jaringan sudah ada konsultan sudah hitung. Untuk bagaimana caranya harus dikerjakan, kemudian yang kita harapakan ya, oksibil itu sudah mandiri Enerci, sudah tidak ada lagi tergantung pada fosil. Fosil tidak pake lagi. Jadi Pegunungan Bintang secara umum mandiri Energi”ucapnya.
Menurutnya ke depan Kita akan sambungkan listrik ke Boven Digoel, Keerom, Yahukimo bahkan ke PNG, Negara tetangga kita. Itu menjadi visi besar ke depan, tapi wujud sekarang adalah kami trun untuk pastikan pemasangan jaringan ke Oksibil mulai kapan. Mulai dikerjakan, supaya dibulan agustus bertepatan dengan 17 Agustus kita bisa launching, bila perlu kita undang kemnrtian atau presiden untuk ke sini untuk diresmikan.
Sementara itu, wakil bupati Pegunungan Bintang, Piter Kalakmabin mengatakan siapapun pemimpin listrik dan Air itu kebutuhan mendasar. Karena itu, sudah 18 tahun kabupaten ini berjalan, pemimpin pemimpin terdahulu tidak prihatin, kita boleh bilang begitu. Karena itu, bukan lagi program seratus hari kerja, tetapi menjadi program prioritas kami dua sebagai anak daerah akan memperhatikan kebutuhan rakyat.
“Kami berharap dinas teknis untuk fokus ke program 100 hari kerja supaya tiga bulan sudah Oksibil menyala. Karena itu SKPD PU dan perindagkop bisa terjemahkan program prioritas ini. Ini kebutuhan mendasar, kebutuhan rakyat”kata Piter Kalakmabin.

Penulis: Franiskus Kasipmabin

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *