Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Pemuda Katolik: Otsus Telah Gagal, Tolak Jilid II - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Pemuda Katolik: Otsus Telah Gagal, Tolak Jilid II

Mandala Papua
Izak Bofra, Pengurus Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Tambrauw
A-AA+A++

TAMBRAUW, TRIBUNPAPUA.ID—Pemuda Katolik Komisariat Cabang, kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat menyatakan  Otsus telah gagal, tegas menolak otsus jilid II.

Izak Bofra, SE Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Pemuda Katolik Komcab Tambrauw kepada media ini, 30 Juli 2020 mengatakan 20 tahun hadirnya Otsus di Papua tidak memberikan kesejahteraan masyarakat Papua maupun Papua Barat.

Ia menyebut, setelah mencermati dinamika yang sedang berkembang di tanah Papua terkait dengan berahirnya otsus jilid I maka presiden memerintahkan jajaranya untuk melakukan evaluasi total atas gagalnya  penerapan anggaran sebesar Rp.94,24 Triliun rupiah dari tahun 2002_2020 yang dinilai gagal dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Papua.

Atas dasar tersebut ada keinginan dari Jakarta dan elit yang menginginkan otsus agar diperpanjang lagi, sedangkan Rakyat Papua di dua Provinsi ini menolak Otsus Jilid II.

Untuk itu, dengan melihat dan mempertimbangkan indicator kegagalan yang ada, Pemuda Katolik Komcab Tambrauw dengan tegas menolak Otsus Jilid II.

“Otsus telah gagal bagi rakyat Papua  dan sesuatu yang telah gagal,  jangan dimodifikasi ulang kembali karena hasil akhirnya akan sama” kata Izak Bofra kepada media ini.

Menurutnya, Sejak otsus bergulir dari tahun 2002_2020 hanya membawa penderitaan bagi rakyat Papua karena otsus adalah kompensasi politik dari jakarta kepada Papua sehingga spiritnya tidak ada keberpihakan bagi rakyat Papua,  namun menjadi bencana bagi rakyat Papua.

‘Semenjak Otsus berlaku di Papua dan Papua Barat, indeks pembanguna  manusia masih yang terburuk di Indonesia,  angka buta huruf masih tertinggi, angka kemiskinan masih tertinggi, tingkat pendapatan perkapita masih terendah, infrastruktur masih terburuk, angka kematian masih tertingi”ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pelayanan kesehatan masih terburuk, marjinalisasi ekonomi masih tertinggi, dan marjinalisasi secara politik dalam treen meningkat dipapua. Tidak ada kepastian hukum bagi rakyat Papua ketika mengalami persoalan hukum.

Izak Bofra menjelaskan sisi historis dari lahirnya Otsus dilihat sebagai kompensasi atas persoalan HAM yang terjadi di Papua dan masih berlanjut sampai hari ini,  sehingga hak kemerdekaan bagi rakyat Papua selalu mengalami intimidasi secara fisik maupun non fisik yang berakibat pada kematian perkembangan kehidupan baik serta beradab.

Dari sisi regulasi kami melihat bahwa apa yang tertera dalam draf otsus bermaksud baik untuk meningkatkan kehidupan rakyat Papua,  namum implementasinya yang tidak berjalan dengan baik karena petunjuk teknis untuk pelaksanaan uu otsus tidak ada sehingga realisasi anggaran Otsus tidak tepat sasaran yang berefek pada kehancuran tata kehidupan masyarakat Papua dalam seluruh lini kehidupannya.

Izak Bofra mengatakan “Bagi kami apapun bentuknya otsus kami katakan telah gagal total dan secara tegas menolak rencana kehadiran Otsus Jilid II yang kini sedang dibahas diproglenas dan mengharapkan kepada semua unsur di Papua untuk bersatu untuk melakukan penolakan atas rencana kehadiran otsus Jilid II”ucapnya.

 

Penulis: Fransiskus Kasipmabin

 

 

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *