Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Tantangan Pembelajaran Daring Pada Masa Covid -19 - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Tantangan Pembelajaran Daring Pada Masa Covid -19

Mandala Papua
Monika Bamulki, Dok. Pribadi Untuk Tribunpapua.id
A-AA+A++

Oleh Monika Bamulki)*

 

Sekilas Mengenai Covid-19

Virus Corona (Covid-19) adalah sebuah virus yang dapat menyerang sistem pernapasan. Virus ini bisa menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan dan gangguan berat pada paru-paru dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Virus  corona termasuk salah satu jenis penyakit baru yang bisa tularkan bagi semua golongan usia. Akan tetapi, virus ini lebih banyak menyerang pada lansia dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

Corona virus pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir desember 2019 silam. Virus tersebut menular dengan sangat cepat hingga ke  semua negara, tak terkecuali di Indonesia-Papua. Virus ini sangat berbahaya, sehingga sebagai upaya pencegahannya, beberapa negara telah menerapkan kebijakan lockdown. Seperti di Indonesia sekarang ini dikeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka menekan penyebaran virus ini.

Tingkat Kematian Akibat Covid19

Menurut data  yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan corona  di Indonesia bahwa tingkat kematiaan akibat Covid-19 semakin hari terus mengalami peningkatan secara sitnifikan (Penting). Pada 26 Mei 2020 lalu kasus Covid-19 telah mencapai angka 22.750 orang yang terdata sebagai pengidap positif Covid-19. Sementara jumlah kematian telah mencapai 1.391 orang.

Berdasarkan data dari kedua angka ini dapat disimpulkan bahwa  tingkat kematian di Indonesia yang disebabkan oleh Covid-19 di Indonesia adalah sekitar 6,1% yang sudah terkonfirmasi dan sudah dilaporkan. Dilihat dari persentasi di atas kita dapat melihat  tingkat kematian berdasarkan usia adalah sebagai berikut, seperti; 0-5 tahun : 2,3 %, 6-17 tahun: 0,65%, 18-30 tahun: 0,9%, 31-45 tahun: 2,52%, 46-59 tahun: 8,83%, >60 tahun: 17,32 %. Dari data tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa resiko kematian pada orang penderita Covid-19 yang berusia 50 tahun lebih rendah daripada pasien berusia lanjut.

Situasi Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Pendidikan merupakan proses transfer ilmu pengetahuan,  peningkatan keterampilan, dan kebiasaan kelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke-generasi berikutnya yang diperoleh melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan dilakukan melalui bimbingan orang lain, tetapi bisa juga dikembangkan secara otodidak (Mandiri).

Pentingnya pendidikan dalam peradaban bangsa Indonesia maka telah mewajibkan program pendidikan wajib mulai dari tinggat SD sampai SMA. Hal tersebut diatur secara rinci dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Undang-undang tersebut menegaskan pendidikan merupakan kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penentu  masa depan bangsa Indonesia. Namun dengan adanya Covid -19.

Kementrian pendidikan dan kebudayaan telah mengambil kebijakan meliburkan (Memindahkan) proses belajar dari sekolah ke rumah. Kebijakan secara tiba-tiba tersebut membuat guru/dosen, mahasiswa, pelajar dan orang tua semua bingung karena belum terbiasa dengan pembelajaran online. Dengan keadaan terpaksa Pemerintah (Dinas Pendidikan) telah memaksa berbagai pihak untuk mengikuti jalur yang tidak bisa ditempuh oleh kebanyakan orang. Pembelajaran secara online tersebut membuat banyak orang mengalami kesulitan karena keterbatasan akses dan tidak memahami dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran online.

Jika kita pandang dari sisi positif, maka kita bisa mendapat materi dengan mudah,  belajar dan  evaluasi pembelajaran dimana pun kita berada tanpa ada batasan waktu ruang dan waktu. Pembelajaran secara daring juga dapat mengefisienkan waktu belajar dan bisa saling sharing (Berbagi) informasi dengan teman-teman kita. Sementara dampak negatif  pembelajaran daring dalam masa Pandemi ini adalah  banyak orang yang salahgunakan waktu belajar online. Seperti belajar sambil membuka media sosial atau sambil chatingan tanpa fokus pada materi yang diberikan.

Oleh karena itu dalam pembelajaran daring para siswa-siswi membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan juga mempengaruhi daya serap belajar mereka. Disisi lain meliburkan sekolah terlalu lama membuat siswa-siswi jenuh berada di rumah karena sudah terbiasa berada di sekolah dan melakukan interaksi secara langsung dengan teman maupun guru mereka. Sebenarnya, hal ini juga secara tidak langsung berdampak terhadap orang tua  yaitu adanya penambahan pembelian kuota internet. Tidak hanya itu, bahwa bagi guru tidak semua mahir menggunakan teknologi internet atau media sosial sebagai sarana pembelajaran dan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi juga bisa mempengaruhi program kegiatan belajar-mengajar bagi siswa-siswi.

Solusi akhir yang saya sarankan adalah instansi terkait perlu menyiapkan sarana-prasarana (fasilitas) sebelum melaksanakan program pembelajaran daring. Setelah fasilitas dibangun perlu ada sosialisasi bagi orang tua yang akan membimbing siswa-siswi di rumah. Selanjutnya memberikan pelatihan bagi guru dan murid yang akan melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara daring, karena tanpa persiapan yang baik akan mempengaruhi kualitas hasil belajar.

 

Penulis: Monika Bamulki,  Mahasiswi Asal Pegunungan Bintang.

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *