Kurang Lebih 9 tahun, pemerintah distrik Kalomdol tidak berkantor di kantor distrik untuk melayani pelayanan Publik, lantaran kantor distrik itu sudah diratakan dengan tanah tahun 2010 silam.
KALOMDOL, TRIBUN PAPUA.ID—Tidak seperti 33 distrik lain di kabupaten Pegunungan Bintang Papua, distrik kalomdol yang berada di Ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang itu tidak mempunyai kantor distrik, selama 9 tahun bepindah pindah. 33 Distrik mempunyai fasilitas yang lengkap, perumahan pegawaipun dibangun. Namun Distrik Kalomdol nasibnya berbeda dengan distrik lain di Pegubin.
Pada tahun 2019, setelah dilantik menjadi kepala distrik Kalomdol oleh Bupati kabupaten Pegunungan Bintang, Merukol Kalakmabin, SE berkantor di rumah Pribadinya, di Atbon, kampung Dabolding distrik Kalomdol.
Pembentukan Distrik Kalomdol Pegunungan Bintang
Distrik kalomdol dimekarkan menjadi salah satu distrik berdasarakan peraturan daerah (Perda) nomor 12 tahun 2008 dari distrik Oksibil. Sebelumnya, distrik Oksibil mempunyai beberapa kampung, diantaranya kampung Serapding-Dabolding. Kepala distrik pertama yang ditunjuk oleh Bupati Pegunungan Bintang, adalah Bapak Moses Uropkulin (almarhum). Pada tahun 2010 kantor distrik Kalomdol dibangun.
Namun keterangan yang diterima media ini, Bapak Moses Uropkulin ini meninggal, masyarakat yang tidak terima atas meninggalnya Bapak Moses Uropkulin merusak kantor distrik tersebut hingga puing puing diratakan dengan tanah. Kejadian itu terjadi di tahun 2010/2011 silam. Setelah peristiwa itu, distrik kalomdol tidak mempunyai kantor pemerintahan sampai dengan hari ini.
Gonta Ganti Kepala Distrik, Kantornya Belum Juga Dibangun
Setelah kematian kepala distrik pertama, digantikan oleh Sutrisno yang kini dilantik menjadi Kepala BKD Kabupaten Pegunungan Bintang. Menurut keterangan yang diterima, setelah Sutrisno, kepala distrik yang ketiga adalah Jimmi Wanimbo. Selama massa kepemimpinanya Jimmi Wanimbo menggunakan kantor Perindakop di Pasar Baru Oksibil.
Dalam kepemimpinannya banyak kesan buruk yang diterima stafnya, misalnya pada tahun 2018, Kepala Distrik Jimmi Wanimbo memotong gaji para staf dan operasionalnya dan tidak dibayarkan. Kasus ini dilaporkan ke Kepolisisan setempat, namun tidak digubris.
Kemudian Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka, S.IP melantik Merukol Kalakmabin, SE menjadi kepala distrik Kalomdol yang ke 4. Dari Gonta Ganti kepala ditrik sampai dengan tahun 2019, kantor distrik sebagai pusat pemerintahan tidak juga dibangun.
Rumah Pribadi Disulap Menjadi Kantor Distrik
Rumah pribadi yang beralamat di Atbon, kampung Dabolding itu digunakan sebagai kantor pemerintah distrik Kalomdol. Menurut kepala distrik, Merukol Kalakmabin, setelah saya dilantik beberapa bulan lalu, kami mulai berkantor di sini.
Menurut Merukol, sebenarnya kami sudah mulai berkantor di Gedung miliknya Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang beralamat di pasar baru, tetapi alat kantor, berupa kursi, meja maupun kelengkapan lainnya dicuri. “Dengan demikian terpaksa kami berkantor di sini, ucapnya ketika media ini bertemu di ruang kerjanya, Selasa,12 November 2019.
Ruang kerja yang berukuran 2 x 4 itu menampung 17 Staf distrik Kalomdol. Bagimana mungkin staf yang banyak itu menampung? Menurutnya, “ ruangan ini biasa tampung satafnya, ucapnya. Ada dua ruangan khusus yang digunakan untuk staf yang lain bekerja di situ. Salah satunya digunakan untuk ruangan kepala distrik.
Selain itu, Menurut Kepala distrik, pelayanan publik berjalan lancer. Tidak ada kendala, staf juga rajin ke kantor ini. Ia berharap tahun depan sudah membangun kantor baru. Menurutnya, “saya sudah bertemu bupati tiga kali untuk membangun kantor distrik. Saya sudah bicara di Bappeda, muda mudahan tahun depan bisa realisasi”ucapnya.
Penulis: Fransiskus Kasipmabin


Tidak ada Respon