Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Prof.Yohanes Sardjono:Pegunungan Bintang Berpotensi Menjadi Laboratorium Alam untuk Riset dan Inovasi - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Prof.Yohanes Sardjono:Pegunungan Bintang Berpotensi Menjadi Laboratorium Alam untuk Riset dan Inovasi

Mandala Papua
A-AA+A++

OKSIBIL, MP.ID – Guru Besar sekaligus peneliti Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Ir. Yohanes Sardjono, menilai Kabupaten Pegunungan Bintang memiliki keunggulan komparatif sebagai laboratorium alam yang potensial untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi berbasis kearifan lokal Papua. Pandangan ini disampaikan dalam orasi ilmiahnya pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Perdana Program Sarjana S1 Universitas Okmin Papua di Oksibil, Rabu (22/07).

Menurut Prof. Yohanes, karakteristik geografis Pegunungan Bintang yang didukung oleh keanekaragaman hayati, sumber daya air, ekosistem pegunungan, serta kekayaan budaya masyarakat adat menjadi modal ilmiah yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

“Kita memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat khas, yang bisa dijadikan dasar untuk riset dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi daerah tetapi juga bagi perkembangan ilmu pengetahuan nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa potensi alam dan budaya daerah perlu didokumentasikan, diteliti, dan dikembangkan melalui pendekatan akademis agar memberikan manfaat bagi pembangunan masyarakat.

“Pegunungan Bintang bukan hanya memiliki keindahan alam semata, melainkan juga menyimpan berbagai potensi yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Prof. Yohanes menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengubah paradigma pendidikan dan riset di daerah. “Universitas Okmin Papua bisa menjadi pusat kajian yang mengangkat kekayaan lokal sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan.

Hal ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah tetapi juga memberikan kontribusi bagi khazanah ilmu pengetahuan nasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa inovasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi semata, tetapi juga bagaimana memanfaatkan pengetahuan lokal sebagai dasar untuk menciptakan solusi bagi permasalahan masyarakat.

“Kita tidak perlu selalu mencari solusi dari luar daerah. Banyak pengetahuan tradisional yang bisa diintegrasikan dengan ilmu pengetahuan modern untuk menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kondisi lokal,” tegasnya.

Dalam menghadapi era transformasi digital, Prof. Yohanes mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi dengan bijak. “Kecerdasan buatan harus menjadi alat bantu untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan riset, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis dan integritas akademik. Kita harus mampu mengelola teknologi dengan bertanggung jawab,” katanya.

Prof mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi daerah. “Kita memiliki lebih dari cukup kekayaan alam dan budaya untuk menjadi pusat riset yang diakui secara luas. Yang dibutuhkan adalah kerja sama yang solid dan komitmen untuk terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal,” pungkasnya.

Acara wisuda yang juga memperingati perkembangan pendidikan di daerah ini dihadiri oleh berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Semua pihak menyampaikan harapan agar lulusan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menggabungkan ilmu pengetahuan dengan nilai budaya untuk kemajuan daerah dan bangsa.*(Aquino Ningdana)