
MANGABIP.MANDALA PAPUA COM-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)kembali membakar alat berat milik PT wika yang mengerjakan pembangunan Pembongkaran jalan trans papua menghubungkan distrik Oksebang menuju Kiwirok,mengerjakan 5 Km pada tahun ini.
Pasca penyerangan penembakan Oleh KKB yang terjadi di kampung mangabip distrik sobsebang pada pukul 19:00 WIT senin, (12/09/2022) sebanyak 6 kali tembakan ke arah rumah warga kampung mangabip pada malam hari
Seusai Penembakan Gerak membakar tujuh alat berat merek Excavato empat buah, Komatsu D31P 2 buah,dan mesin las 1 buah hal ini diungkapkan oleh kepala distrik oksebang stendi setamank sebagai saksi mata pembakaran alat berat milik PT wika yang terjadi duakali di tempat yang sama “Ujarnya.

“Menurut kadis Sobsebang,Stenli Setamanki, Pelaku pembakaran alat berat tidak jauh beda dengan orang-orang yang mengambil tindakan pada pembakaran tanggal 2 September di kali oksop dan pembakaran di kiwirok pada tanggal 13 September 2021 yang memasuki dan menyerang warga dari muara sungai digoel, terungkap keadaan masyarakat semua aman dan nyaman berhasil di evakuasi ke oksibil”Pungkasnya.
Ditempat yang sama Kapolres Pegubin AKBP Cahyo Sukarinto S.I.K M. KP Berkata,kampung mangabip oksebang telah terjadi penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB )Yang mengakibatkan alat berat milik PT Wika yang digunakan untuk proyek pembangunan jalan trans papua yang menghubungkan distrik oksebang dan kiwirok di kabupaten pegunungan Bintang,

“Menurutnya,pada saat kejadian KKB mengeluarkan Tembakan-tembakan kearah masyarakat, masyarakat lari menyelamatkan diri lari ke hutan, dan juga para pekerja berjumlah 34 orang, yang mana 24 orang berhasil menyelamatkan diri lari ke ibukota kabupaten, sedangkan 10 orang terjebak di hutan pada saat terjadi penyerangan KKB”Ungkapnya.
Pada pagi hari tim dari polres pegubin dan satgas Prepentif Operasi Damai Cartens melaksanakan evakuasi penyelamatan ditempat kejadian/dilokasi sehingga berhasil diamankan ke kapolres pegunungan Bintang pada pukul 13.25 WIT dengan selamat.
Tentunya aparat TNI POLRI akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum, karena peristiwa tersebut sangat mengganggu proses pembangunan jalan trans papua yang sedang dikerjakan di kabupaten pegunungan Bintang” Ucap Kapolres Pegunungan Bintang Memberikan keterangan di media ini.*(An Mandala)

Tidak ada Respon