Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wpforms-lite domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wordpress-seo domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/tribunpa/public_html/wp-includes/functions.php on line 6170
Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Gaya Berpakaian Tradisional Masyarakat Papua - Aktual Tajam dan Terpercaya <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-4547656984540270" crossorigin="anonymous">

Budaya2213

Dampak Modernisasi dan Globalisasi terhadap Perubahan Gaya Berpakaian Tradisional Masyarakat Papua

Mandala Papua
A-AA+A++

Oleh Fransina Sasaka)*

Dengan  berkembangnya arus  globalisasi saat ini  masyarakat  Papua  khususnya  hampir kehilangan budaya sebagai identitas bangsa di dalam kehidupan bermasyarakat,  khususnya  kaum muda.  Banyak remaja  yang menganggap bahwa  budaya  yang dimiliki masyarakat   setempat (Papua) adalah  budaya yang kuno  dan tidak sesuai  zaman atau ketinggalan zaman, terbelakang, primitif dan sebagainya. Salah satu dampak modernisasi dan globalisasi yang kita rasakan dan nikmati ialah pergeseran gaya berpakaian.

Hal ini disebabkan karena semakin pesatnya modernisasi  di Papua memudahkan  pengaruh  perubahan sosial   pola  pemikiran  masyarakat  Papua  yang awalnya tradisional  menjadi  modern. Peristiwa ini sebenarnya  memberikan dampak positif dalam peradaban manusia, namun juga mendatangkan dampak negatif dalam kebudayaan setempat dalam atribut adat atau tradisional pada era milenial ini.

Globalisasi adalah suatu fenomena khusus  dalam peradaban manusia  yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan  bagian dari perubahan yang dialami oleh masyarakat global. Globalisasi  bukanlah istilah yang asing bagi kita karena hal ini sudah menjadi konsumsi publik  dalam aktivitas manusia seperti gaya  berpakaian, gaya hidup, informasi maupun teknologi, makanan instan  dan sebagainya.

Dalam kehidupan masyarakat Papua, Globalisasi menimbulkan dampak positif yakni menerima perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat, interaksi sosial yang lebih mudah, cepat dan terjangkau, menikmati hasil produk, dan berbagai fasilitas yang membantu dan memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Juga globalisasi menimbulkan dampak negatif yakni terkikisnya nilai-nilai kebudayaan masyarakat asli karena  mulai melebur dengan  budaya asing dari luar pada gaya hidup Negara luar dan kesenjangan sosial. Dengan demikian masyarakat Papua bermodernisasi ke suatu tujuan tertentu.

Modernisasi adalah proses masa kini  atau  menuju masyarakat  modern. Dalam hal ini  menimbulkan sebuah tantangan yang  membawa   pengaruh  terhadap  masyarakat  Papua  kepada  perilaku peniruan  budaya luar terlebih  pada masyarakat milenial  yang kini lebih menyukai  produk luar negeri dari pada dalam negeri. Misalnya pakaian.

Pakaian  adalah bahan tekstil yang digunakan  oleh tubuh manusia sebagai kebutuhan  pokok manusia  selain makanan. Adanya moderisasi membuat  gaya berpakaian masyarakat Papua semakin   berubah  khusunya dikalangan remaja . Tentu sangat  berbeda gaya berpakain  masyarakat  Papua zaman dahulu  dan zaman sekarang. Dahulu masyarakat hanya menggunakan pakaian –pakain sederhana  ( tradisional ) seperti koteka untuk pria dan cawat untuk wanita. Tetapi sekarang masyarakat Papua cenderung  menggunakan pakaian dan  cenderung menirukan gaya berpakaian luar sehingga pakaian tradisional dalam budaya orang Papua semakin punah.

Kebudayaan berpakain  di Papua  di era globalisasi ini telah jauh berubah  dan cenderung mengarah ke gaya  berpakaian orang luar dan produk luar. Di misalnya di kalangan remaja kini sudah mengikuti gaya berpakain dan gaya hidup negera tentangga  ( PNG ) yang tanpa disadari samakin berkembang di masyarakat Papua terutama daerah-daerah perbatasan.  Juga dapat dilihat dari cara berpakaian  para  artis dan penyanyi hip-hop yang sama sekali tidak mencerminkan budaya lokal dengan  menggunakan pakain terbuka,  memakai celana di bawah lutut, tetapi hal ini  justru dianggap sebagai  tren kekinian. Hal ini dapat merusak etika dan etiket serta moral orang Papua sebagai manusia berbudaya. Pengaruh  westernisasi atau sebuah proses masyarakat Papua berada  dalam pengaruh atau  mengadopsi  budaya barat  dalam berbagai bidang seperti industri, teknologi, hukum, politik, ekonomi,  gaya hidup, gaya makan, gaya bicara, gaya berpakain, bahasa, agama dan nilai-nilai lainya mengubah perilaku dak karakter masyarakat  Papua.

Faktor – Faktor tersebut  pada globalisasi  saat ini sangat memungkinkan  bahwa masyarakat  Papua untuk melakukan perubahan yang tidak bisa dihindari  untuk terus mencari new produk melalui beberapa hal, yakni pertama,Teknologi  Informasi. Teknologi informasi yang berkembang saat ini mengakibatkan  masyarakat Papua lebih mudah mengakses  tentang berbagai dezine atau model pakaian dan melakukan peniruan  budaya luar tersebut.

Kedua, Pendidikan. Pendidikan  adalah salah satu faktor  kedua  dari perkembangan  westernisasi dalam bidang gaya berpakaian  masyarakat Papua. Kemajuan pendidikan di Papua yaitu dengan   melanjutkan pendidikanya di luar negeri  mau tidak mau  mengharuskan para pelajar Papua  harus menyesuaikan pakaianya  dengan gaya berpakain asing. Ironisnya ketika kembali lupa mengenakan pakaian adat sendiri.

Ketiga, Imigrasi. Imigrasi  yaitu perpindahan penduduk antar Negara terlebih di mana daerah yang berdekatan dengan  Negara  tentangga ( PNG ). Masyarakat yang berpindah dapat membawa pengaruh dan budaya baru bagi masyarakat setempat dapat  mempengaruh  budaya dalam berpakaian. Akibatnya  masyarakat Papua dalam hal  cara berpakaian  telah bergeser ke gaya modern. Dikhawatirkan ialah punahnya budaya atau pakaian tradisional orang asli Papua di zaman ini. Misalnya dalam iven-iven budaya orang Papua tidak memakai kotek atau cawat dan menjadi penikmat budaya luar. Juga membuat pola perubahan  sosial  pada masyarakat  Papua sendiri. Nilai –nilai  budaya  yang  dihasilkan  oleh masyarakat Papua sendiri  lambat laun akan menjadi  budaya yang hilang atau punah, bahkan kebudayaan yang asli  terkesan dibiarkan mati tertelan arus zaman.

Oleh karena itu, di tengah pengaruh globalisasi, modernisasi dan westernisasi orang Papua seharusnya menunjukan eksistensi budaya asli dengan model dan cara berpakaian tradisional sebagai pelestarian akan nilai dan jati dirinya. Diharapkan kepedulian dan kecintaan serta jiwa setiap orang Papua sebagai pemilik budaya untuk mencintai pakaian tradisional harus ditingkatkan di tengah arus gelombang zaman ini melalui pengembangan pendidikan, kesenian dan kebudayaan. Sehingga masing –masing   individu  atau kelompok untuk tetap  menjaga budaya-budaya lokal   agar kebudayaan itu tetap lestari  dan tidak terkikis oleh arus zaman.

 

Penulis: Fransina Sasaka,  Mahasiswi Asal Pegunungan Bintang, Kuliah di Bandung  

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *