OKSIBIL, Mandalapapua.id — Sebanyak 287 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Pegunungan Bintang Formasi Tahun 2024 Tahap III, kini resmi memegang Surat Keputusan pengangkatan. Langkah ini bukan sekadar peristiwa kepegawaian, melainkan bukti nyata kebijakan pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja bagi putra-putri daerah sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Pegunungan Bintang.

Di bawah kepemimpinan Bupati Spei Yan Bidana, S.T., M.Si., dan Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP., pemerintah daerah mengalokasikan total 700 formasi CPNS yang disalurkan secara bertahap: tahap pertama 189 orang, tahap kedua 223 orang, dan tahap ketiga 287 orang.
Kebijakan ini turut melengkapi pengangkatan 65 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang terdiri dari 42 orang pada tahap pertama dan 23 orang pada tahap kedua. Angka-angka tersebut bukan sekadar jumlah, melainkan bukti keseriusan daerah dalam membuka jalan bagi tenaga kerja lokal agar turut serta membangun negeri sendiri.
Bagi para penerima, pengangkatan ini bukan sekadar peluang memperoleh pekerjaan, melainkan pintu masuk untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

Mewakili 287 CPNS Tahap III, Osin Trukna, S.T., menyampaikan penghargaan dan rasa syukur yang mendalam kepada Sekda Pegubin (Jeni Linthin, SH., M. Si) ,Ketua DPRD, (Gutinus Wasini),Kepala BKD Piteng Uropdana ),orlap, (Vincent, Demi, dan Feri). serta,Tokoh gereja,adat,permpuan yang telah bersusah payah mengawal aspirasi mereka hingga dapat terealisasi.
“SK yang kami terima hari ini bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, inilah awal mula pengabdian kami. Kepercayaan yang begitu besar ini wajib kami jawab dengan kinerja yang jujur, tanggung jawab yang teguh, dan pelayanan yang tulus bagi seluruh masyarakat,” ujar Osin di Oksibil, Rabu (19/8/2026).
Ia mengajak seluruh rekan-rekan CPNS untuk siap ditempatkan di mana pun diperlukan. Kondisi geografis yang berat, keterbatasan fasilitas, maupun medan yang sulit, semuanya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi semangat pengabdian. Justru di tempat yang paling sulit, di sanalah kehadiran mereka paling bermakna.

“Kami harus siap melayani di mana pun ditempatkan. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran kami melalui pelayanan yang nyata, hadir, dan bermanfaat bagi kehidupan mereka,” tegasnya.
Osin juga mengingatkan agar status sebagai aparatur negara tidak dipandang sekadar sebagai pekerjaan rutin yang datang dan pulang tanpa makna. Setiap orang yang memegang amanah ini memiliki tanggung jawab moral untuk membawa perubahan kecil sekalipun, yang jika dikumpulkan akan menjadi kemajuan bagi daerah.
“Jangan sekadar menjadi pegawai yang datang dan pulang tepat waktu tanpa meninggalkan jejak kebaikan. Kita adalah pelayan masyarakat. Sekecil apa pun tugas yang kita lakukan, jika itu membawa manfaat bagi orang lain, berarti kita telah ikut membangun daerah tercinta ini,”pesannya

Ia menegaskan bahwa pengangkatan ini harus diiringi dengan kedisiplinan, integritas, loyalitas, serta kesungguhan hati dalam menjalankan tugas. Di balik setiap nama yang tertulis dalam SK tersebut, terselip doa orang tua, harapan keluarga, dan harapan masyarakat yang selama ini menanti hadirnya pelayanan pemerintah yang dekat dan merata
Mulai hari ini, mari kita ubah rasa syukur menjadi kerja yang nyata. Jalankan tugas dengan tulus hati, layani masyarakat dengan penuh tanggung jawab, dan buktikan bahwa kehadiran kita di sini adalah untuk membawa perubahan yang baik bagi Kabupaten Pegunungan Bintang yang kita cintai,” pungkas Osin.(Aquino Ningdana)